>

John Gobai Pastikan Satgas PKH Tak Sita Tanah Adat

By BusurNabire.id
Sabtu, 19 September 2026 10:43 WIB | 8 Views
John Gobai Pastikan Satgas PKH Tak Sita Tanah Adat (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua tengah | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah memastikan negara tidak mengambil alih hak tanah adat milik masyarakat di Nabire. Warga pun dipersilakan melanjutkan aktivitas pendulangan emas tradisional seperti biasa.

John Gobai Pastikan Satgas PKH Tak Sita Tanah Adat (Foto: BusurNabire)

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyusul aksi unjuk rasa warga dari Perwakilan Wate, Aiwai, Dani, dan Makimi di kantor DPRP Papua Tengah, Jumat (18/9/2026).

Massa aksi datang menyampaikan tuntutan serta menyerahkan dokumen terkait operasional PT Kristalin Ekalestari di Sungai Mosairo dan keberadaan plang penertiban di wilayah ulayat mereka.

Menanggapi keresahan masyarakat atas terpasangnya papan plang dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), John menerangkan langkah tersebut murni menyangkut evaluasi kepatuhan perusahaan, bukan pengambilalihan hak tanah ulayat oleh negara.

“Satgas PKH bukan mengambil tanah milik masyarakat. Tidak! Itu sudah sesuai Perpres. Plang itu dipasang karena ada persoalan administrasi atau aturan yang harus diselesaikan oleh pihak PT Kristalin, bukan berarti tanah rakyat diambil,” terang John.

Ia menekankan negara senantiasa mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat hukum adat di Papua. Oleh karena itu, John meminta masyarakat tidak cemas dan tetap tenang dalam beraktivitas.

“Masyarakat boleh mendulang, boleh bekerja di tanah tersebut. Tinggal baik-baik di sana, silakan bekerja,” imbuhnya.

John juga meluruskan anggapan bahwa lembaga legislatif hanya berfokus pada salah satu suku atau daerah tertentu menyusul adanya surat dari Kepala Suku Simapitowa yang ia teruskan sebelumnya.

“Kita ini orang Nabire, kita tahu betul kondisi di sini. Perhatian kami bukan cuma untuk Simapitowa, tapi juga Nifasi dan wilayah-wilayah lainnya. Suara masyarakat Nifasi sudah kami sampaikan dan terus kami kawal,” tegas John.

Baca Juga  Suarakan Keresahan di DPRP Papua Tengah Masyarakat Adat Makimi Tuntut Pencabutan Plang Tanah Ulayat

Menyinggung perlindungan hukum bagi para pendulang lokal, John menjelaskan bahwa aktivitas mendulang emas merupakan mata pencaharian tradisional yang telah mengakar lama di Nabire.

DPR Papua Tengah sendiri telah mengambil langkah konkret dengan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertambangan Rakyat serta mengusulkan beberapa blok potensial menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Meski demikian, penetapan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) oleh Gubernur masih terganjal regulasi dari pemerintah pusat.

“Perda sudah ada, tetapi kami masih menunggu satu hal penting: penetapan pedoman pertambangan rakyat dari Menteri ESDM. Kemarin kami sudah ke Jakarta untuk mengawal dan melobi percepatan pengesahannya. Jika menteri sudah menandatangani, barulah Gubernur dapat secara sah menerbitkan IPR bagi masyarakat,” pungkas John.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup