>

Piring Makan Pecah: Jeritan Pilu Masyarakat Adat Desak DPRK Nabire Buka Tambang Kristalin

By BusurNabire.id
Jumat, 18 September 2026 05:38 WIB | 6 Views
Piring Makan Pecah: Jeritan Pilu Masyarakat Adat Desak DPRK Nabire Buka Tambang (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Gabungan masyarakat adat suku Wate, Aiwai, dan Dani dari Distrik Makimi mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire pada Jumat (18/9/2026). Melalui aksi damai, warga menuntut campur tangan wakil rakyat untuk menyelesaikan kebuntuan operasional PT Kristalin Ekalestari yang telah terhenti selama lebih dari dua bulan.

Piring Makan Pecah: Jeritan Pilu Masyarakat Adat Desak DPRK Nabire Buka Tambang (Foto: BusurNabire)

Penghentian aktivitas tambang tersebut dinilai memukul langsung ketahanan ekonomi dan akses layanan dasar warga di kawasan Masawo.

Koordinator aksi, Maria Erari, menegaskan bahwa kedatangan mereka murni menyuarakan nasib hajat hidup orang banyak, bukan membawa agenda kelompok tertentu.

“Hari ini kami lapar! Kami sakit! Semua karena perusahaan ini ditutup. Kami ini masyarakat yang taat aturan dan hukum, tapi hari ini piring makan kami pecah,” tegas Maria saat berorasi di hadapan para anggota dewan.

Piring Makan Pecah: Jeritan Pilu Masyarakat Adat Desak DPRK Nabire Buka Tambang (Foto: BusurNabire)

Dalam orasinya, Maria merinci bagaimana operasional perusahaan selama ini terintegrasi erat dengan penopang kebutuhan masyarakat adat di lintas suku termasuk Wate, Dani, Mee, Moni, dan warga Makimi.

Penghentian kegiatan usaha berdampak langsung pada beberapa sektor krusial:

  • Pendidikan: Bantuan biaya sekolah hingga bangku perguruan tinggi terhenti, termasuk program pelunasan tunggakan administrasi sekolah yang sebelumnya kerap menahan ijazah para siswa.
  • Kesehatan dan sosial: Terhentinya subsidi transportasi darurat, pengadaan unit ambulans, serta kendaraan operasional rumah ibadah.
  • Papan dan infrastruktur: Berhentinya program bantuan pembangunan perumahan masyarakat adat di wilayah adat Masawo.

Warga menilai kebijakan penghentian operasional tidak memperhitungkan dampak sosial-ekonomi di tingkat tapak. Tanah Masawo yang dikelola merupakan tanah ulayat leluhur yang selama ini hasilnya menyokong dapur warga secara riil.

Piring Makan Pecah: Jeritan Pilu Masyarakat Adat Desak DPRK Nabire Buka Tambang (Foto: BusurNabire)

Upaya komunikasi telah ditempuh ke berbagai pintu tanpa hasil konkret, hingga masyarakat memutuskan membawa persoalan ini langsung ke parlemen daerah.

Baca Juga  Piter Hubi Terima Bantuan Ternak Babi, Perkuat Ekonomi Suku Nayak Nabire

“Kami mau berteriak kepada siapa lagi? Kami minta tolong lihat, buka mata, dan punya hati untuk kami. Jangan mementingkan diri sendiri lalu mengorbankan banyak orang,” pungkas Maria.

Masyarakat adat mendesak DPRK Nabire mengambil peran aktif sebagai jembatan diplomasi ke Pemerintah Kabupaten Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, hingga kementerian terkait di tingkat pusat guna membuka kembali ruang kerja sama operasional yang legal dan berkelanjutan.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup