NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire- Papua tengah Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026, Kamis (10/9/2026), di Lapangan Upacara Mako Lanal Nabire, Jalan Kaleb Warai, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 08.02 hingga 08.50 WIT tersebut mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letda Laut (P) Rahmat Hadipa, S.H.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 personel Lanal Nabire, terdiri dari unsur perwira, bintara, tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Mako Lanal Nabire.

Turut hadir dalam upacara tersebut Pasintel Lanal Nabire Kapten Laut (S) Sutrisno, Dandenpom Lanal Nabire Kapten Laut (PM) Fernando Simanjuntak, Danunit Intel Lanal Nabire Lettu Laut (S) Tangi Lumbantoruan, Paur Yar Lanal Nabire Lettu Laut (S) Andika Bayu, serta para bintara, tamtama dan PNS Lanal Nabire.
Dalam rangkaian upacara, peserta juga mengikuti pembacaan sejarah singkat TNI Angkatan Laut. Sejarah tersebut mengingatkan kembali perjuangan para bahariawan Indonesia yang turut mengambil peran dalam mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Cikal bakal TNI Angkatan Laut bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada 1945. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat Bagian Laut (TKR Laut), selanjutnya Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), hingga akhirnya menjadi TNI Angkatan Laut pada 1971. Tanggal 10 September 1945 kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Angkatan Laut.

Puncak peringatan ditandai dengan pembacaan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) oleh Danlanal Nabire selaku Inspektur Upacara. Dalam amanat tersebut ditekankan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI AL bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Disebutkan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki tugas penting sebagai penegak kedaulatan negara kepulauan terbesar di dunia. Laut Indonesia tidak hanya menjadi ruang kedaulatan, tetapi juga menjadi penghubung antardaerah, jalur perdagangan dan komunikasi, sumber daya alam serta ruang strategis yang menentukan masa depan bangsa.

Di tengah perubahan geopolitik global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, TNI AL dituntut terus melakukan transformasi dan inovasi. Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi prajurit, penguatan doktrin, sistem komando yang andal serta dukungan logistik yang mampu menjamin keberlangsungan operasi.
Selain menghadapi ancaman militer, TNI AL juga dituntut mampu merespons berbagai persoalan nonmiliter, termasuk bencana alam, perubahan iklim, gangguan rantai pasok hingga persoalan sosial. Karena itu, kesiapsiagaan prajurit harus mencakup spektrum tugas yang semakin luas.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan tiga hal utama sebagai pedoman bersama, yakni kesiapsiagaan operasi, profesionalisme prajurit dan penguatan sinergi. Setiap satuan TNI AL diharapkan selalu siap melaksanakan tugas secara profesional dan efektif, menjaga disiplin serta integritas, sekaligus memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur TNI, pemerintah daerah, kementerian, lembaga dan masyarakat.
TNI AL juga terus mendorong kehadiran di tengah masyarakat melalui program “Aku Cinta Laut”, antara lain melalui kegiatan menjaga kebersihan pantai dan laut, pelayanan kesehatan, bakti sosial, bantuan pangan serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui budidaya ikan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Amanat tersebut turut menegaskan pentingnya menjaga laut Indonesia dari berbagai bentuk ancaman, termasuk penyelundupan narkotika, penangkapan ikan secara ilegal serta aktivitas yang dapat mengancam sumber daya alam strategis.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, penghormatan pasukan dan menyanyikan Mars TNI Angkatan Laut. Upacara berakhir pada pukul 08.33 WIT dan dilanjutkan dengan laporan perwira upacara serta foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut di Mako Lanal Nabire berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Melalui momentum HUT ke-81 ini, semangat “Jalesveva Jayamahe” — Justru di Laut Kita Jaya kembali diteguhkan sebagai semangat pengabdian prajurit TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan bangsa di wilayah maritim Indonesia.













