NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu,S.I.K. melalui Kasatreskrim AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K., S.I.K., mengonfirmasi penemuan mayat seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun di kawasan Kampus STAI As-Syafiiyah, Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIT.

Menurut keterangan Kasatreskrim AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, Tim Piket Reskrim menerima laporan penemuan mayat anak tersebut di area kampus STAI As-Syafiiyah Nabire. Saksi yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar suara tangisan anak kecil meminta tolong sekitar pukul 17.00 WIT. Namun, karena kampus sedang sepi pada hari Sabtu, saksi mengaku tidak berani keluar dan merasa ketakutan.
“Baru pada pukul 19.00 WIT, saksi memutuskan untuk memeriksa sumber suara dan menemukan mayat anak laki-laki tersebut terbaring tanpa busana. Saksi kemudian melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas dan Tim Reskrim Polres Nabire,” jelas AKP Bertu.
Tim Satreskrim Polres Nabire segera melakukan olah TKP. Di lokasi, ditemukan pakaian yang diduga milik korban, tidak jauh dari pinggir rawa. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Nabire untuk dilakukan visum.

“Berdasarkan hasil visum sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, dari mulut korban ditemukan air yang mengindikasikan dugaan sementara bahwa korban meninggal akibat tenggelam. Hal ini diperkuat dengan lokasi penemuan pakaian yang berada di dekat kali atau rawa,” papar AKP Bertu.
Kasatreskrim Polres Nabire menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Kota untuk menyebarkan informasi serta foto jenazah. Tujuannya adalah agar keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat segera menghubungi pihak kepolisian.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi atau merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera melapor ke Polres Nabire,” ujar AKP Bertu.
Kasatreskrim AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak panik dan membantu kami dengan memberikan informasi yang akurat,” tegasnya.
Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan intensif oleh Tim Reskrim Polres Nabire. Pihak kepolisian akan terus memberikan update terkait perkembangan kasus ini.













