NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Warga Nabire dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di aliran Kali KPR yang berada di belakang RSUD Nabire, Jalan Gagak, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kamis pagi (28/8/2025).
Reskrim Polres Nabire segera merespons laporan masyarakat dan kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka, STK, SIK, MH saat dikomfirmasi News.busurnabire.id, membenarkan penemuan mayat tersebut dan memberikan keterangan resmi terkait kronologi, identitas korban, hingga langkah-langkah penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Kami menerima laporan dari masyarakat pada pukul 09.30 WIT tentang penemuan sesosok mayat di Kali KPR, Jalan Gagak, Siriwini. Tim Reskrim Regu III bersama Unit Identifikasi langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengamanan area,” ungkap Kasat Reskrim.
Menurutnya, laporan ini datang dari seorang warga sekitar yang melihat tubuh seseorang di aliran kali saat hendak membuang sampah. Laporan tersebut segera diteruskan ke Ketua RT dan kemudian ke Polsek Kota Nabire, sebelum akhirnya Unit Reskrim Polres Nabire turun langsung ke lapangan.
Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Jhon Kelaus Mote, laki-laki, 21 tahun, mahasiswa, warga Jalan Gagak, Siriwini, Kabupaten Nabire, berasal dari suku Mee.
Kasat Reskrim menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Rubinus Pikei (51), seorang PNS yang tinggal di kawasan tersebut.
“Sekitar pukul 08.00 WIT, saksi keluar rumah untuk membersihkan halaman. Saat membuang sampah ke kali, ia melihat tubuh seorang laki-laki dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bergerak. Saksi merasa takut dan segera melapor ke Ketua RT,” kata Kasat Reskrim.
Saksi lain, Gerdorius Mote (61), yang merupakan ayah korban, turut memberikan keterangan.
“Berdasarkan keterangan orang tua, korban terakhir pamit pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 12.30 WIT untuk bermain WiFi. Biasanya korban pulang keesokan harinya. Namun saat itu ia sedang sakit malaria,” jelasnya.

Setelah mendapat kabar pada Kamis pagi bahwa ada penemuan mayat, Gerdorius segera menuju lokasi namun korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire. Ia kemudian memastikan identitas korban di rumah sakit.
Kasat Reskrim menjelaskan, tim kepolisian telah melakukan prosedur standar penanganan laporan penemuan mayat.
“Kami melakukan pengamanan lokasi, dokumentasi, mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, serta memintai keterangan dari saksi-saksi. Korban dievakuasi ke RSUD Nabire untuk pemeriksaan medis dan pembuatan visum et repertum,” jelasnya.
Polisi menegaskan belum ada indikasi tindak pidana sampai hasil visum keluar.
“Saat ini kami belum dapat memastikan penyebab kematian. Tidak ditemukan luka mencurigakan secara kasat mata, namun kami menunggu hasil visum dari RSUD Nabire untuk memastikan penyebab pasti kematian. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi,” tegasnya.
Dalam penyelidikan awal, polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya pakaian korban yang ditemukan saat evakuasi. Barang bukti ini akan dianalisis lebih lanjut untuk mendukung penyelidikan.
Kasat Reskrim juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian mencurigakan dan membantu kepolisian dalam memberikan informasi yang relevan.
“Kami sangat mengapresiasi laporan cepat warga sehingga kasus ini segera kami tangani. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti. Semua langkah akan dilakukan secara profesional,” pungkasnya.













