NEWS.BUSURNABIRE.ID – Dogiyai: Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, S.H., membenarkan terjadinya aksi pemalangan disertai penganiayaan terhadap pengguna jalan di Kampung Boduda, Distrik Kamuu Timur, Kabupaten Dogiyai. Saat dikonfirmasi Awak media via telepon pada Kamis, 3 April 2025, pukul 21.01 WIT, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.

Menurut keterangan Kapolres, pada Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 14.30 WIT, korban berinisial J (42 tahun, suku Makassar) bersama rekannya sedang melakukan perjalanan dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Paniai menggunakan mobil Hilux putih (Plat PA 8119 KC). Saat melintas di Kampung Boduda, korban dihadang oleh empat orang tak dikenal (OTK) yang membawa kapak dan samurai.
Pelaku sempat meminta uang, dan korban memberikan Rp500.000. Namun, pelaku tidak puas dan melakukan perusakan kaca mobil bagian depan serta samping sopir menggunakan kapak. Ketika korban menolak menyerahkan dompet dan handphone, pelaku mengayunkan kapak ke arah mobil, yang mengenai pelipis kanan korban hingga menyebabkan luka sobek dengan kedalaman 3 cm, panjang 7,5 cm, dan lebar 3 cm.

Dalam kondisi terluka, korban dan penumpang berhasil melarikan diri ke Polres Deiyai untuk melapor. Korban sempat dibawa ke RS Waghete, namun karena tidak ada dokter, akhirnya dirujuk ke RSUD Madi, Enarotali, untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Dogiyai segera mengerahkan 15 personel yang dipimpin Wakapolres Dogiyai, Kompol M. Tahir, untuk melakukan pengecekan TKP dengan tiga kendaraan dinas. Tim juga memantau langsung kondisi korban di RSUD Madi, di mana korban menjalani operasi penanganan luka.
“Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti di TKP dan sedang mengidentifikasi pelaku berdasarkan keterangan saksi. Proses penyelidikan terus kami intensifkan untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku,” tegas Kompol Sarraju.
Identitas Terkait
- Korban: Inisial J (42 tahun, suku Makassar)
- Saksi:
- BT (58 tahun)
- A (27 tahun)
- H.L (50 tahun)
- Pelaku: 4 orang warga setempat (masih dalam penyidikan)

Hingga rilis ini diterbitkan, personel Polres Dogiyai masih berada di RSUD Madi untuk memantau perkembangan korban. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mengambil tindakan di luar hukum.
“Kami meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan informasi terkait pelaku atau kejadian ini ke Polres Dogiyai,” tambah Kapolres.













