>

Deinas Geley Minta Warga Papua Tengah Tak Terkecoh Tim Pemekaran Ilegal, Tegaskan Semua Harus Lewat Mekanisme Resmi

By BusurNabire.id
Kamis, 6 Agustus 2026 03:28 WIB | 5 Views
Deinas Geley Minta Warga Papua Tengah Tak Terkecoh Tim Pemekaran Ilegal, Tegaskan Semua Harus Lewat Mekanisme Resmi (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat di delapan kabupaten agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan tim pemekaran kabupaten dan meminta sejumlah uang kepada warga.

Deinas Geley Minta Warga Papua Tengah Tak Terkecoh Tim Pemekaran Ilegal, Tegaskan Semua Harus Lewat Mekanisme Resmi (Foto: BusurNabire)

Pernyataan tersebut disampaikan Deinas Geley di Nabire, Kamis (6/8/2026), sebagai respons atas munculnya berbagai aktivitas yang mengklaim sedang mengurus pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), namun diduga hanya memanfaatkan harapan masyarakat demi kepentingan pribadi.

Menurut Deinas Geley, hingga saat ini tidak ada tim resmi yang diberi kewenangan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dengan alasan memperjuangkan pemekaran wilayah.

“Masyarakat jangan mudah percaya. Mereka yang mengaku sebagai tim pemekaran dan meminta uang adalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Informasi yang mereka sebarkan seolah-olah pemekaran sudah hampir disetujui juga tidak benar,” tegasnya.

Wakil Gubernur menjelaskan bahwa aspirasi pemekaran wilayah merupakan hak masyarakat dan dapat diperjuangkan. Namun, seluruh prosesnya harus mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku, bukan melalui klaim sepihak atau pengumpulan dana dari warga.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian akademik sebagai dasar dalam menilai kelayakan pembentukan daerah otonom baru.

Kajian tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari jumlah penduduk, jumlah distrik, kondisi geografis, kemampuan ekonomi daerah, hingga kesiapan pemerintahan. Apabila hasil penelitian BRIN menyatakan layak, barulah usulan dapat diproses sesuai mekanisme pemerintahan.

Deinas menambahkan, rekomendasi hasil kajian nantinya akan dibahas melalui DPRD sebelum gubernur menerbitkan surat pengantar yang diteruskan kepada Komisi II DPR RI.

“Semua tahapan sudah memiliki aturan yang jelas. Tidak bisa dipercepat hanya karena ada pihak yang mengaku sedang mengurus pemekaran,” ujarnya.

Baca Juga  Kepala Suku Nayak Nabire Perkuat Kamtibmas Lewat Sosialisasi dan Pembagian Sembako kepada Warga

Dalam kesempatan itu, Deinas Geley juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat hingga kini masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonom baru yang telah diterapkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Artinya, meskipun ada berbagai usulan pemekaran, proses tersebut belum dapat dilaksanakan sebelum kebijakan moratorium resmi dicabut oleh pemerintah pusat.

“Ibarat keran yang masih ditutup, air tidak mungkin mengalir. Karena itu jangan ada yang memanfaatkan situasi ini untuk menipu masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Deinas, telah menerima berbagai laporan mengenai adanya oknum yang mendatangi masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk acara adat dan pertemuan warga, dengan meminta sumbangan atas nama perjuangan pemekaran kabupaten.

Ia meminta praktik tersebut segera dihentikan karena dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan keresahan.

Deinas juga mengimbau warga agar hanya mempercayai informasi yang berasal dari pemerintah atau media resmi yang menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.

“Papua Tengah adalah milik seluruh masyarakat. Mari kita bangun daerah ini dengan persatuan, bukan dengan menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memanfaatkan harapan rakyat,” tuturnya.

Sebagai mantan anggota tim pemekaran Kabupaten Puncak dari unsur masyarakat saat proses pembentukan Kabupaten Puncak Jaya, Deinas menegaskan dirinya memahami seluruh tahapan pembentukan daerah baru.

Karena itu, ia mengajak masyarakat tetap bersabar, mengikuti jalur resmi, dan menunggu hasil kajian BRIN sebelum mempercayai informasi mengenai rencana pemekaran.

“Mari kita mengedepankan rasa syukur, bekerja bersama, dan memanfaatkan waktu untuk membangun Papua Tengah. Kesempatan masih terbuka untuk memajukan daerah ini melalui mekanisme yang benar,” pungkasnya.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup