NEWSBUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah – Kebakaran hebat melanda bangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Samabusa yang berlokasi di Jalan Zesco, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (19/5/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIT. Sedikitnya lima ruangan sekolah hangus dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran ini sempat membuat panik warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah ruangan sekolah yang sebagian besar berbahan semi permanen.

Berdasarkan laporan resmi dari Kapolsubsektor Kawasan Pelabuhan Nabire yang diterima pihak kepolisian, api pertama kali diketahui oleh saksi bernama YM(63), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Saat itu, saksi mendengar suara ledakan cukup keras yang disusul kepulan asap tebal dan kobaran api dari salah satu bangunan sekolah.
“Setelah terdengar suara ledakan, api langsung membesar dan menjalar sangat cepat ke ruangan lain,” ungkap saksi dalam laporan tersebut.
Saksi lainnya, JGK (37), seorang PNS yang juga berada di sekitar lokasi, turut memastikan kobaran api cepat membesar karena material bangunan didominasi kayu balok, papan, tripleks, dan sebagian beton.

Sekitar pukul 16.15 WIT, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Polres Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas berjibaku selama hampir satu jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.10 WIT.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran sebagai pemilik aset sekolah dipastikan mengalami kerugian material yang nilainya masih dalam proses pendataan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh awak media, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, telah terjadi kebakaran di SMKN 4 Samabusa sore tadi. Dugaan sementara akibat arus pendek atau korsleting listrik. Saat ini anggota masih melakukan pendalaman dan pendataan kerugian material,” jelas Kapolres.
AKBP Samuel juga menegaskan situasi di lokasi telah aman dan terkendali pascakebakaran.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengelola fasilitas umum dan sekolah, agar rutin memeriksa instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

Dugaan sementara, api dengan cepat menghanguskan lima ruangan sekolah karena konstruksi bangunan semi permanen ditambah kondisi cuaca panas terik disertai tiupan angin yang mempercepat penyebaran api.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian material akibat musibah tersebut.













