NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Brigjen Pol. Drs. Mashudi, melakukan kunjungan lanjutan ke Lapas Kelas IIB Nabire pada Selasa siang, 3 Juni 2025, pasca insiden kaburnya 19 warga binaan.
Dalam kunjungan tersebut, Dirjenpas menyampaikan komitmen kuat untuk mereformasi sistem pembinaan dan pengamanan di seluruh lembaga pemasyarakatan, termasuk di wilayah rawan seperti Papua Tengah.
“Yang di dalam itu semua orang baik. Hanya perilakunya yang salah. Maka mereka harus dibina supaya bisa kembali diterima masyarakat,” tegas Dirjenpas Mashudi.

Dirjenpas mengungkapkan bahwa sebagian warga binaan di Lapas Nabire memiliki keterkaitan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, pendekatan yang diambil bukanlah represif, melainkan pembinaan humanis dan aktif guna mencegah radikalisasi serta mendorong reintegrasi sosial.
Program pembinaan mencakup pelatihan memasak, pembuatan roti, dan pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan, sesuai dengan instruksi Presiden RI. “Kami ingin mereka keluar dari sini dengan keterampilan dan nilai positif,” kata Mashudi.
Masalah overkapasitas lapas juga menjadi sorotan utama. Dirjenpas menyebut bahwa jumlah warga binaan di Indonesia telah mencapai 277.634 orang, meningkat lebih dari 3.000 hanya dalam sebulan terakhir. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenimipas melakukan redistribusi warga binaan secara merata ke seluruh wilayah, termasuk ke Lapas Nusa Kambangan.
Tak hanya itu, pemerintah melalui Dirjenpas juga tengah merekrut 4.414 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diperbantukan ke lapas-lapas di seluruh Indonesia, termasuk di Nabire. Mereka akan menjalani pelatihan intensif sebelum resmi bertugas.

Sebagai upaya konkret meningkatkan pengamanan, Dirjenpas mengumumkan rencana pembangunan empat menara pengawas baru di Lapas Nabire, yang akan dibangun di sisi kanan, kiri, depan, dan belakang kompleks. Mengingat wilayah Papua Tengah rawan gempa, struktur menara akan menggunakan plat khusus demi ketahanan bangunan.
Mengakhiri kunjungan, Dirjenpas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap insiden pelarian yang terjadi. Ia memastikan seluruh warga binaan yang kabur akan segera ditangkap dan sistem keamanan akan diperkuat secara menyeluruh.
“Kita ingin Lapas bukan hanya tempat menahan, tapi tempat membina dan memulihkan manusia,” pungkas Mashudi.













