NEWSBUSURNABIRE.ID, Nabire – Papua Tengah – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Aramco Beton Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai melalui prosesi doa bersama dan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Kamis (4/6/2026).
Proyek infrastruktur strategis tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Nabire dan sekitarnya.

Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P., yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi kemajuan daerah, karena tidak hanya menghadirkan sarana transportasi yang lebih baik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua Tengah.

Menurut Danrem, keberadaan jembatan nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan publik yang dibutuhkan warga.
“Pembangunan Jembatan Garuda Aramco Beton merupakan langkah strategis untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. Infrastruktur seperti ini akan menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” kata Vivin Alivianto.

Ia menjelaskan, semakin baiknya akses transportasi akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pelayanan pemerintahan, pendidikan hingga kesehatan. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Danrem juga menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah, khususnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua Tengah.

Sebagai aparat kewilayahan, Korem 173/PVB bersama Kodim 1705/Nabire siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“TNI akan selalu hadir mendukung pembangunan daerah. Selain menjaga stabilitas keamanan, kami juga siap bersinergi dengan pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal.
Ia juga mengingatkan para pelaksana proyek agar mengutamakan mutu pekerjaan serta memperhatikan aspek lingkungan sehingga infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah bangunan fisik, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan akses, peluang usaha, dan kualitas hidup yang lebih baik.
“Pembangunan harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” tegasnya.

Dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Aramco Beton menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas di wilayah Teluk Kimi dan Kabupaten Nabire secara keseluruhan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mempercepat arus transportasi, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadi salah satu infrastruktur penunjang pembangunan di Papua Tengah pada masa mendatang.













