NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Dari ujung timur Indonesia, semangat kemandirian dan harapan baru tumbuh di tengah masyarakat adat Papua. Melalui perhatian dan kebijakan nyata Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyalurkan Bantuan Usaha dan Modal Awal kepada Koordinator Suku Wate, Robert Roy Marten Waray, di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Bantuan yang diserahkan ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi simbol nyata dari tekad pemerintah untuk membangun dari pinggiran, menghidupkan ekonomi lokal, dan menghadirkan kesejahteraan langsung di tengah masyarakat adat.
Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, Robert Roy Marten Waray menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Presiden Prabowo dan seluruh jajaran pemerintah pusat serta daerah atas perhatian yang tulus kepada masyarakat Papua, khususnya Suku Wate.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang nyata kepada masyarakat kecil seperti kami. Bantuan ini menjadi berkat besar bagi keluarga kami, membuka peluang usaha baru, dan menumbuhkan semangat untuk terus berjuang,” ungkap Robert penuh rasa haru. ke awak media Rabu 12/11/2025
Ia menambahkan, bantuan tersebut akan dikelola dengan bijak dan transparan. Tujuannya jelas: memperkuat ekonomi rumah tangga, membuka lapangan kerja, dan menjadikan masyarakat Suku Wate lebih mandiri secara ekonomi.
“Kami siap menjaga kepercayaan ini dan mendukung penuh program pembangunan pemerintah. Kami ingin menjadi contoh bahwa masyarakat adat juga bisa maju dan mandiri bila diberi kesempatan,” ujarnya tegas.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.
Melalui bantuan perehapan bangunan dan belanja barang serta modal awal usaha, pemerintah berharap agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi juga dapat mengembangkan usaha berkelanjutan yang berdampak jangka panjang.
Kegiatan penyerahan bantuan berjalan tertib dan penuh makna. Warga Kampung Waharia menyambutnya dengan gembira, melihat ini sebagai momentum perubahan nyata bagi masyarakat adat.
Apa yang dilakukan di Kampung Waharia menjadi bukti bahwa kebijakan pembangunan tidak harus selalu dimulai dari kota besar. Di pelosok-pelosok negeri seperti Teluk Kimi, langkah kecil yang diberikan pemerintah bisa menyalakan semangat besar dalam diri masyarakat.
Program ini bukan hanya soal uang atau bantuan fisik. Lebih dari itu, ia menumbuhkan nilai percaya diri, kerja keras, dan tanggung jawab, tiga hal yang kini menjadi fondasi baru masyarakat Waharia dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Tokoh-tokoh adat Suku Wate pun menyambut baik langkah pemerintah. Mereka menilai perhatian dari Presiden Prabowo menjadi bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat adat Papua yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Selain dampak ekonomi, kegiatan ini mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat lokal. Melalui tokoh-tokoh adat seperti Robert Waray, pemerintah mampu menjembatani komunikasi, menyerap aspirasi, dan memastikan bahwa setiap bantuan tepat sasaran.
Harapan besar kini tertanam di hati masyarakat Waharia. Mereka percaya bahwa pembangunan yang sejati dimulai dari masyarakat itu sendiri dan perhatian pemerintah hanyalah pemicu semangat untuk terus berbuat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat adat Papua juga bisa berdiri di atas kaki sendiri. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan seluruh pihak yang sudah memberi kami kepercayaan dan semangat baru,” tutup Robert penuh harapan.
Kisah dari Kampung Waharia ini menjadi cerminan nyata visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia yang kuat, adil, dan merata. Dari Papua, pesan penting itu mengalir ke seluruh penjuru negeri ,bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang manusia, martabat, dan harapan.
Bantuan kepada Koordinator Suku Wate bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kebangkitan ekonomi lokal yang digerakkan oleh masyarakat sendiri. Di tangan orang-orang seperti Robert Waray, semangat perubahan itu kini tumbuh menjadi inspirasi bagi banyak kampung lain di Papua Tengah.
Dengan dukungan dan perhatian yang terus berlanjut, masyarakat percaya bahwa Papua akan bangkit sejajar dengan daerah lain, membawa warna dan kekuatan baru bagi Indonesia.













