NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire Papua Tengah |Tim Khusus (Timsus) Polda Papua Tengah kembali mencatat keberhasilan dalam pengungkapan kasus tindak pidana jalanan di Kabupaten Nabire. Dua orang terduga pelaku berhasil diamankan bersama satu unit sepeda motor Honda Beat yang diduga merupakan barang bukti hasil kejahatan begal yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pengungkapan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya korban yang telah kehilangan kendaraannya selama hampir dua bulan. Motor yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat aksi begal akhirnya berhasil ditemukan setelah serangkaian penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan aparat kepolisian.

Peristiwa begal tersebut diketahui terjadi pada 16 Mei 2026 di depan RSUD Nabire. Saat itu korban diduga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka-luka. Setelah melukai korban, pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik korban dan meninggalkannya di sekitar area ATM pintu masuk RSUD Nabire.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan menjadi salah satu prioritas penyelidikan Tim Khusus Polda Papua Tengah.
Berbekal informasi yang diperoleh dari masyarakat serta hasil penyelidikan intensif, personel Timsus akhirnya berhasil menemukan kendaraan milik korban di kawasan belakang RSUD Nabire.
Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan penguasaan kendaraan hasil tindak pidana tersebut. Keduanya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap peran masing-masing dalam kasus tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, kendaraan yang diamankan dipastikan sesuai dengan laporan kehilangan yang sebelumnya dibuat oleh korban. Saat ini sepeda motor tersebut telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.
Dikonfirmasi terkait keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi atas kerja keras Tim Khusus Polda Papua Tengah dalam mengungkap kasus tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menemukan barang bukti sekaligus mengamankan dua terduga pelaku merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja Tim Khusus Polda Papua Tengah yang berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku serta menemukan barang bukti kendaraan milik korban. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh jaringan maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam tindak pidana ini,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Kapolres menegaskan bahwa Polres Nabire bersama Polda Papua Tengah akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk begal, curanmor, jambret, maupun tindak kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan ataupun dugaan tindak pidana.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu tugas kepolisian. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti secara profesional demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” tegasnya.
Keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut disambut haru oleh korban beserta keluarganya. Setelah hampir dua bulan kehilangan kendaraan akibat aksi begal, akhirnya sepeda motor mereka dapat ditemukan dalam kondisi telah diamankan aparat kepolisian.
Korban menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Papua Tengah yang telah bekerja tanpa mengenal lelah hingga berhasil menemukan kendaraan miliknya.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua Tengah, Wakapolda Papua Tengah, Kapolres Nabire, serta seluruh personel Tim Khusus Polda Papua Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah, Bapak Wakapolda Papua Tengah, Bapak Kapolres Nabire, dan seluruh Personel Timsus Polda Papua Tengah yang telah bekerja keras sehingga kendaraan kami dapat ditemukan kembali. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan, dan kekuatan kepada seluruh anggota kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat,” ungkap korban.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan Polda Papua Tengah bersama Polres Nabire dalam memberantas aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pelaku lain dalam jaringan kejahatan tersebut.

Kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus terus mengembangkan penyidikan hingga seluruh pelaku yang terlibat dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Nabire maupun wilayah Papua Tengah dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.













