NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menandai babak baru pembangunan sumber daya manusia dengan meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh).

Program strategis tersebut diresmikan di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya membangun fondasi kesejahteraan masyarakat melalui perlindungan sosial yang terintegrasi, peningkatan kualitas keluarga, serta penguatan data pembangunan yang akurat.
Mengusung tema “Bangkit Bersama Mewujudkan Papua Tengah yang Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera”, peluncuran program menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mempercepat pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, Penjabat Sekretaris Daerah dr. Silwanus Sumule, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Tengah, hingga para kepala daerah dari kabupaten yang menjadi lokasi awal implementasi program.
Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa Program Bangkit bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan pembangunan terpadu yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menyinergikan berbagai sektor pembangunan sehingga manfaat yang diterima masyarakat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Program Bangkit memiliki beberapa sasaran utama, antara lain memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat penurunan angka stunting, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat ketahanan keluarga di Papua Tengah.
Selain itu, peluncuran program juga bertujuan membangun komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, mitra pembangunan, dunia usaha, serta masyarakat agar seluruh kebijakan berjalan secara terpadu.
“Data yang valid menjadi pondasi utama dalam menentukan arah kebijakan. Dengan data yang akurat, seluruh bantuan dan program pemerintah dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Eliezer.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Pemerintah Australia sebagai mitra pembangunan yang turut mendukung penguatan sistem perlindungan sosial di Papua Tengah.
Sebagai tahap awal implementasi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan empat kabupaten sebagai daerah percontohan (pilot project), yakni:
- Kabupaten Paniai
- Kabupaten Dogiyai
- Kabupaten Intan Jaya
- Kabupaten Puncak Jaya
Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten.
Usai penandatanganan, Gubernur Meki Nawipa secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat dari keempat daerah tersebut sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Program Bangkit.
Pemerintah menargetkan implementasi program diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Fritz Nawipa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa didukung data yang akurat.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan informasi yang valid mengenai jumlah masyarakat miskin, prevalensi stunting, angka kematian, kondisi kesehatan keluarga, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan.

Ia menyebutkan bahwa Papua Tengah masih menghadapi tantangan besar dengan angka stunting yang berada di kisaran 32,5 persen, sementara angka kemiskinan masih mencapai sekitar 28,9 persen.
Kondisi tersebut, kata Meki, menjadi alasan kuat lahirnya Program Bangkit sebagai strategi pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy).
“Pemerintah harus mengetahui kondisi masyarakat secara nyata. Kalau datanya benar, maka kebijakan yang dibuat juga akan tepat sasaran,” tegasnya.
Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Meki Nawipa memastikan Program Bangkit telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya memiliki dasar kebijakan yang kuat.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintahan Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley selama masa kepemimpinan mereka.

Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia akan menjadi fokus utama pemerintah karena menjadi penentu masa depan Papua Tengah.
Salah satu komponen utama Program Bangkit adalah perlindungan bagi anak usia dini. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen membiayai berbagai layanan dasar bagi anak sejak lahir hingga usia empat tahun sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas generasi Papua Tengah.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap angka stunting dapat ditekan sejak awal kehidupan anak sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.
Namun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan pemerintah kabupaten.
Ia meminta seluruh kepala daerah menyiapkan dukungan operasional, pendampingan lapangan, serta penguatan aparatur kampung agar pelaksanaan Program Bangkit berjalan maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengumumkan peningkatan nilai bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat.
Jika sebelumnya bantuan diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan, kini nilainya dinaikkan menjadi Rp350 ribu per bulan.
Peningkatan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat daya beli keluarga.
Selain memperkuat perlindungan sosial, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mengembangkan investasi di bidang pendidikan.
Saat ini pemerintah telah memberikan pembiayaan kepada 550 mahasiswa melalui program beasiswa pemerintah provinsi.
Sementara itu, sebanyak 58.920 pelajar tingkat SMP dan SMA memperoleh dukungan melalui program pendidikan daerah.
Di sisi lain, Program Indonesia Pintar (PIP) juga telah menjangkau 2.444 pelajar di lima kabupaten, terdiri atas:
- Nabire: 1.010 siswa
- Mimika: 700 siswa
- Paniai: 448 siswa
- Puncak Jaya: 171 siswa
- Dogiyai: 151 siswa
Menurut Gubernur, investasi di bidang pendidikan merupakan bagian penting dalam menciptakan generasi Papua Tengah yang kompetitif, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa Program Bangkit tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat kampung, lembaga adat, mitra pembangunan, hingga masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses pendataan agar seluruh bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang memenuhi kriteria.
Peluncuran Program Bangkit Papua Tengah menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kualitas data, peningkatan kesejahteraan keluarga, perlindungan anak, percepatan penurunan stunting, pengurangan kemiskinan, serta investasi di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan terciptanya masyarakat yang lebih sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera.
Program ini sekaligus menjadi fondasi baru pembangunan Papua Tengah yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan, sehingga setiap rupiah anggaran pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.













