NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, PAPUA TENGAH – Aparat Kepolisian Resor Nabire masih melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan sesosok mayat perempuan dengan kondisi mengalami luka bakar di wilayah Kelurahan Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Kamis (30/7/2026).
Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian. Hingga kini identitas korban masih belum diketahui dan masih tercatat sebagai Ms. X.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (31/7/2026), membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyidik masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Benar, telah ditemukan seorang perempuan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengalami luka bakar di wilayah Waroki. Saat ini Satreskrim Polres Nabire bersama tim identifikasi masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, dan menunggu hasil pemeriksaan medis maupun forensik. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu kepada awak media.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIT ketika seorang saksi yang baru kembali dari arah Kota Nabire melintasi lokasi kejadian.
Saat melintas, saksi melihat sebuah sepeda motor yang diduga jenis skuter matik berwarna merah atau merah-perak terparkir di sekitar lokasi. Setelah tiba di rumahnya yang berada di bagian atas kawasan tersebut, saksi melihat kobaran api berasal dari arah tempat yang baru saja dilewatinya.

Karena khawatir terjadi kebakaran, saksi kembali menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), ia mendapati seorang perempuan telah terbakar dan tergeletak tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Sementara itu, saksi lainnya yang mendengar teriakan tersebut segera menuju lokasi. Namun karena khawatir dianggap sebagai pelaku, saksi tidak berani mendekati korban dan memilih segera melaporkan kejadian itu kepada personel kepolisian yang bertugas di Pos PLTMG.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres Nabire langsung menuju lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.
Langkah awal yang dilakukan meliputi menerima laporan masyarakat, mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sandal berwarna krem, sepotong kayu, satu sandal kiri berwarna hitam, serta satu botol air mineral berkapasitas satu liter yang diduga berisi cairan beraroma minyak tanah.
Kapolres Nabire menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan seluruh kemungkinan penyebab kematian korban masih didalami oleh penyidik.
Seiring proses penyelidikan, Polres Nabire bersama RSUD Nabire juga meminta bantuan masyarakat untuk membantu mengidentifikasi korban.
Berdasarkan ciri-ciri yang berhasil dikenali, korban memiliki:
- Kuku tangan menggunakan kutek berwarna merah marun.
- Mengenakan kaos lengan pendek berwarna ungu.
- Mengenakan celana jogger berwarna abu-abu.
- Menggunakan sandal selop berwarna cokelat muda.
Jenazah korban saat ini berada di ruang jenazah RSUD Nabire. Masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri tersebut atau mengetahui identitas maupun keluarga korban diminta segera datang ke RSUD Nabire atau menghubungi pihak kepolisian agar proses identifikasi dapat segera dilakukan.

Kapolres Nabire menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap identitas korban maupun mengungkap penyebab peristiwa tersebut.
“Kami mengajak masyarakat yang mengetahui identitas korban atau memiliki informasi terkait aktivitas di sekitar lokasi sebelum kejadian agar segera menyampaikan kepada penyidik. Setiap informasi yang diberikan akan sangat membantu proses penyelidikan,” tegas Kapolres.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih menunggu hasil identifikasi forensik serta pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban dan mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.













