NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Sebanyak 160 pelajar SMA dan SMK terbaik dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah ambil bagian dalam Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026 yang resmi dibuka di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026).

Festival yang berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juni 2026, menjadi panggung besar bagi generasi muda Papua Tengah untuk menunjukkan kreativitas, bakat seni, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Ketua Panitia Pelaksana, Deni Tenouye, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah digelar sebagai upaya membangun karakter generasi muda melalui pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, serta memperkuat persatuan antar pelajar dari berbagai wilayah di Papua Tengah.
Menurut Deni, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua yang menegaskan pentingnya perlindungan dan pengembangan budaya asli Papua.
“Festival ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sekaligus menggali potensi kreatif yang dimiliki generasi muda Papua Tengah,” ujar Deni.

Ia menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Menyalakan Cahaya Karya, Seni, dan Inovasi Pelajar Papua Tengah Menuju Masa Depan.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Deni menyebutkan peserta festival berasal dari delapan kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.
Selama festival berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai perlombaan dan pameran budaya yang telah disiapkan panitia.

Cabang kegiatan yang dipertandingkan meliputi Lomba Tari Kreasi Tradisional dan Tari Kontemporer, Lomba Musik Akustik, Pameran Stan Budaya, Lomba Kuliner Tradisional, Fashion Show Busana Budaya, hingga Lomba Bertutur Cerita Rakyat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi muda Papua Tengah yang tidak hanya berprestasi dalam pendidikan, tetapi juga bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” katanya.
Panitia juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para pemenang dengan rincian Juara I sebesar Rp5 juta, Juara II Rp3 juta, dan Juara III Rp2 juta untuk setiap mata lomba.
Selain itu, Juara Umum Festival akan memperoleh hadiah sebesar Rp25 juta. Sementara tujuh kabupaten yang tidak meraih gelar juara umum tetap menerima dana apresiasi sebesar Rp4 juta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat pelajar, seluruh peserta juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta per orang.
Deni Tenouye menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, unsur keamanan, para sponsor, kepala sekolah, guru pendamping, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026,” ucapnya.
Usai penyampaian laporan panitia, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa budaya merupakan kekayaan terbesar yang dimiliki masyarakat Papua dan nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan sumber daya alam seperti emas maupun tembaga.
“Budaya adalah identitas kita. Dunia mengenal kita melalui budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Nilainya jauh lebih mahal daripada emas dan tembaga yang kita miliki,” tegas Meki Nawipa.

Menurutnya, festival budaya bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana penting untuk menanamkan identitas, karakter, dan kebanggaan terhadap warisan budaya leluhur kepada generasi muda Papua.
Meki mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan budaya Papua Tengah ke tingkat nasional bahkan internasional.
Ia mendorong para pelajar mendokumentasikan berbagai kekayaan budaya seperti tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, hingga kerajinan khas dari masing-masing daerah dan menyebarkannya melalui platform digital.
“Gunakan media sosial untuk memperkenalkan budaya kita kepada dunia. Tunjukkan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Meki mengingatkan agar teknologi tidak digunakan untuk menyebarkan hoaks maupun konten negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Selain itu, Gubernur juga mengajak seluruh pelajar menjauhi narkoba, minuman keras dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat menghambat masa depan mereka.
“Kalian adalah motor penggerak pembangunan Papua Tengah. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Persiapkan diri dengan baik dan fokus pada prestasi,” ujarnya.
Meki Nawipa juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan gratis bagi seluruh anak-anak Papua Tengah.

Usai pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan spektakuler tarian tradisional dan parade busana budaya dari delapan kabupaten se-Papua Tengah yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya Papua di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.













