>

John Gobai Usul Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika

By BusurNabire.id
Selasa, 23 Juni 2026 07:47 WIB | 1 Views
John Gobai Usul Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire :Papua tengah | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengusulkan agar pemerintah menetapkan Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika guna memperkuat konektivitas serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua Tengah.

Hal tersebut disampaikan John Gobai dalam rilis yang diterima awak media pada Selasa (23/6/2026). Menurutnya, transportasi laut masih menjadi sarana paling efektif untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan daerah terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

“Tidak ada sarana lain yang tepat selain sarana transportasi untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten. Ini penting agar pembangunan tidak hanya dilakukan di kota-kota, tetapi kampung-kampung juga harus dapat dijangkau dan dibangun,” ujar Gobai.

John Gobai menegaskan bahwa pelayanan kapal perintis memiliki peran strategis dalam membuka akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta distribusi barang dan kebutuhan pokok.

John Gobai Usul Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika (Foto: BusurNabire)

Menurutnya, wilayah Papua Tengah memiliki tantangan geografis yang kompleks. Banyak kampung yang hanya dapat diakses melalui jalur laut sehingga keberadaan kapal perintis menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan kapal perintis di Papua Tengah selama ini secara alami terfokus pada dua wilayah utama, yakni Kabupaten Nabire di pesisir utara Papua dan Kabupaten Mimika di pesisir selatan Papua.

“Dua kabupaten ini menjadi pusat pelayanan yang sangat penting. Nabire berada di pantai utara Papua, sedangkan Mimika berada di pantai selatan. Karena itu, keduanya sangat layak menjadi pelabuhan pangkal kapal perintis di Papua Tengah,” katanya.

Gobai mengungkapkan bahwa hingga saat ini pelayanan kapal perintis untuk wilayah Papua Tengah masih bergantung pada pelabuhan pangkal yang berada di luar provinsi, yakni Jayapura, Biak, dan Merauke.

Baca Juga  John NR Gobai Dorong Kapal Perintis Masuk Potowaiburu dan Pulau Mambor

Kondisi tersebut dinilai menyebabkan perencanaan rute, pengaturan operasional, dan pelayanan transportasi laut belum sepenuhnya menyesuaikan kebutuhan masyarakat Papua Tengah yang terus berkembang.

Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah untuk mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengusulkan secara resmi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI agar menetapkan dua pelabuhan pangkal baru di wilayah Papua Tengah.

“Untuk mempermudah perencanaan dan mempercepat pelayanan, kami mengusulkan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah agar mendorong pemerintah provinsi mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar menetapkan dua pelabuhan pangkal di Papua Tengah, yaitu di Nabire dan Mimika,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Gobai menjelaskan bahwa pelayanan kapal perintis yang beroperasi dari Kabupaten Nabire saat ini telah melayani sejumlah wilayah, antara lain Yaur, Teluk Umar, Napan, Wenami, Wapoga hingga Samabusa.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan peningkatan layanan transportasi laut perintis karena keterbatasan aksesibilitas.

Beberapa wilayah yang dinilai masih membutuhkan pelayanan kapal perintis secara optimal antara lain Moor, Mambor, Hariti, dan Arui.

“Daerah-daerah tersebut membutuhkan dukungan transportasi laut yang berkelanjutan agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan dasar dan kegiatan ekonomi dapat berkembang,” ujarnya.

Selain wilayah pesisir di Nabire, Gobai juga menyoroti kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat asli Papua yang bermukim di sejumlah kampung dan distrik terpencil di wilayah Mimika dan sekitarnya.

Ia menyebut kawasan Potowaiburu, Kapiraya, Pronggo, Kokonao, Otakwa, Jita, hingga Agimuga sebagai wilayah yang membutuhkan dukungan konektivitas laut yang lebih baik.

Menurutnya, kehadiran pelabuhan pangkal di Nabire dan Mimika akan mempermudah penyusunan jaringan pelayaran perintis yang lebih efektif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah utara maupun selatan Papua Tengah.

Baca Juga  Donny Umbora Puji Program TNI Manunggal Air, Sumur Bor Bawa Harapan Baru

“Sebagian besar masyarakat asli Papua berada di wilayah-wilayah tersebut. Karena itu, pelayanan transportasi laut harus diperkuat agar mereka tidak tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

Gobai menilai pembangunan Papua Tengah tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Pemerintah perlu memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung yang berada di pesisir maupun wilayah terpencil.

Menurutnya, penetapan Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi logistik dan kebutuhan pokok.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan dua pelabuhan pangkal tersebut akan memudahkan pemerintah dalam merancang rute pelayaran yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Papua Tengah.

“Ini penting agar pelayanan kapal perintis di wilayah Papua Tengah dapat direncanakan dengan baik dan perjalanan kapal dapat dimulai dari serta kembali ke Nabire maupun Pelabuhan Pomako di Mimika,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, John Gobai berharap Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan transportasi laut di Papua Tengah.

Menurutnya, penetapan dua pelabuhan pangkal di Nabire dan Mimika bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar dan terpencil.

“Guna pemerataan pelayanan kapal perintis, kami memohon kepada Kementerian Perhubungan agar Provinsi Papua Tengah dapat memiliki dua pelabuhan pangkal, yaitu di Nabire dan Mimika. Dengan demikian pelayanan transportasi laut dapat semakin dekat dengan masyarakat dan pembangunan dapat menjangkau seluruh kampung di Papua Tengah,” pungkasnya.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup