NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire ; Papua Tengah | Peresmian pembangunan sumur bor di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (22/6/2026), menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses air bersih.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kampung Waharia tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, aparat kampung, dan masyarakat setempat. Peresmian dipimpin oleh Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, yang membacakan sambutan Komandan Korem 173/Praja Vira Braja (PVB), serta dihadiri perwakilan Bupati Nabire yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Nabire, Benony Ayorbaba.

Sumur bor yang dibangun di Kampung Waharia diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung pelayanan kesehatan di Posyandu yang selama ini menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutan Danrem 173/PVB yang dibacakan oleh Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, ditegaskan bahwa pembangunan sumur bor bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan kebutuhan dasar yang sangat penting.
Ia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan peresmian pembangunan sumur bor yang dapat dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Ketersediaan air yang memadai bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan.
“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Air bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Posyandu yang menjadi pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Letkol Inf Okto saat membacakan sambutan Danrem.
Ia menjelaskan, keberadaan sumur bor di Posyandu Kampung Waharia memiliki nilai strategis karena akan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan di kampung tersebut.
Menurutnya, pembangunan sumur bor merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.

“Oleh karena itu, pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Waharia dan mendukung berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Posyandu,” katanya.
Dalam sambutan tersebut, Danrem juga menegaskan bahwa Korem 173/PVB dan seluruh jajaran TNI Angkatan Darat akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
Ia menilai pembangunan sumur bor merupakan salah satu bentuk implementasi tugas TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“Korem 173/PVB senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini sejalan dengan tugas TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan serta mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Danrem menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan sumur bor hingga dapat diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Yonif TP 804/DBAY yang telah bekerja keras merealisasikan pembangunan fasilitas air bersih tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danyonif TP 804/DBAY yang telah berupaya keras membangun sumur bor di Kampung Waharia ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumur bor menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah.
“Sinergi dan kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Danrem berharap keberadaan sumur bor dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Waharia dan menjadi sarana yang dapat dijaga bersama demi kepentingan generasi mendatang.













