>

Grebek Sampah di Hari Lingkungan Hidup, Kepala DLH Nabire: Jangan Wariskan Alam yang Rusak

By BusurNabire.id
Sabtu, 6 Juni 2026 05:43 WIB | 10 Views
Grebek Sampah di Hari Lingkungan Hidup, Kepala DLH Nabire: Jangan Wariskan Alam yang Rusak (Foto: BusurNabire)

NEWSBUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Nabire tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Momentum yang berlangsung di kawasan Bandara Lama Douw Aturure, Sabtu (6/6/2026), dimanfaatkan untuk menggerakkan aksi nyata penyelamatan lingkungan melalui gerakan bersih-bersih sampah di sejumlah ruas jalan utama Kota Nabire.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., kepada awak media menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan yang semakin terdampak perubahan iklim.

Grebek Sampah di Hari Lingkungan Hidup, Kepala DLH Nabire: Jangan Wariskan Alam yang Rusak

Menurut Arfan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah bersama DLH Kabupaten Nabire dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Ini merupakan hari peduli lingkungan yang diperingati oleh seluruh dunia. Pada momentum ini, DLHKP Provinsi Papua Tengah berkolaborasi dengan DLH Kabupaten Nabire melaksanakan gerakan aksi bersih-bersih atau grebek sampah di sejumlah ruas jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Arfan.

Ia menjelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, harus menjadi panggilan bersama untuk melakukan tindakan nyata dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang kini semakin dirasakan masyarakat.

Dalam wawancaranya, Arfan menyoroti kondisi cuaca yang semakin ekstrem sebagai salah satu dampak nyata dari perubahan iklim yang terjadi akibat kerusakan lingkungan.

Menurutnya, suhu panas yang semakin meningkat hingga perubahan pola cuaca yang tidak menentu merupakan konsekuensi dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kita semua bisa merasakan bagaimana perubahan iklim terjadi begitu drastis. Suhu panas yang kita rasakan saat ini merupakan salah satu dampak dari perilaku manusia yang belum mampu menjaga lingkungan dengan baik,” katanya.

Baca Juga  Wamen PU Diana Kusumastuti Prioritaskan Jalan Trans Papua dan Pusat Pemerintahan Papua Tengah

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nabire dan Papua Tengah untuk bersama-sama menjaga ekosistem yang menjadi kekayaan daerah, mulai dari hutan tropis, kawasan pesisir hingga perairan Teluk Cenderawasih yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati kelas dunia.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Nabire dan Papua Tengah untuk menjaga hutan, menjaga laut, menjaga alam yang telah Tuhan titipkan kepada kita. Jangan sampai kita merusaknya karena alam ini adalah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Arfan menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini akan berdampak langsung terhadap kualitas hidup anak cucu di masa depan.

“Ketika alam ini rusak, maka generasi berikutnya tidak lagi bisa menikmati keindahan dan manfaat alam seperti yang kita rasakan hari ini. Karena itu mari kita rawat bersama sebagai investasi untuk masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, Papua Tengah memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi aset penting yang harus dipertahankan demi keberlanjutan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLHKP Papua Tengah bersama DLH Kabupaten Nabire menggelar Aksi Grebek Sampah yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, pelajar, hingga masyarakat umum.

Aksi tersebut menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Nabire, dimulai dari kawasan Bandara Lama Douw Aturure kemudian bergerak menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kusuma Bangsa Kompleks PLN, Jalan Merdeka, Jalan Pepera, dan kembali berakhir di kawasan Bandara Lama.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat sehingga dapat mendukung upaya pengurangan pencemaran lingkungan di Kabupaten Nabire.

Baca Juga  Terungkap! Pelaku Curanmor Nabire Ditangkap, Akui Beraksi Tujuh Kali"

Arfan menambahkan, gerakan menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti hanya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ia berharap aksi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap semangat menjaga lingkungan tidak hanya hari ini saja. Mari jadikan kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya hidup sehari-hari demi Nabire yang bersih, sehat, dan lestari,” pungkasnya.

Dengan semangat “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan adalah langkah nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus melindungi kekayaan alam Papua Tengah untuk generasi yang akan datang.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup