NEWS.BUSURNABIREID – Nabire, Papua Tengah — Kinerja Kapolres Nabire Samuel D Tatiratu menuai respons positif dari berbagai kalangan masyarakat usai mengawal aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan Front Rakyat Bergerak (FRB), Pada Selasa (7/4/2026).
Pendekatan humanis yang diterapkan dinilai berhasil menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang jalannya aksi.

Apresiasi tersebut ramai disampaikan dalam diskusi publik di grup WhatsApp FGD Coffee Papua Tengah. Sejumlah intelektual muda, tokoh masyarakat, hingga anggota legislatif memberikan penilaian positif terhadap gaya kepemimpinan Kapolres yang dinilai komunikatif dan profesional.
Salah satu intelektual muda Papua Tengah menyebut, keberhasilan pengamanan aksi damai tersebut tidak lepas dari pendekatan dialogis yang dibangun oleh Kapolres Nabire.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja luar biasa Bapak Samuel Tatiratu. Beliau menunjukkan kepemimpinan yang humanis dan profesional, sehingga aksi dapat berjalan damai dan terkendali,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan komunikasi yang terbuka membuat aspirasi masyarakat tersampaikan tanpa memicu konflik. Hal ini dinilai sebagai contoh ideal dalam penanganan aksi unjuk rasa di wilayah Papua Tengah.
Tak hanya itu, doa dan harapan juga mengalir dari masyarakat agar Samuel D Tatiratu ke depan dapat mengemban jabatan lebih tinggi, bahkan disebut layak menjadi Kapolda Papua Tengah.
Seorang pemuda asal Dogiyai menegaskan bahwa sosok Kapolres saat ini dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni.
“Layak jadi Kapolda Papua Tengah di masa mendatang,” singkatnya.
Pandangan serupa juga disampaikan tokoh masyarakat yang menilai bahwa pengalaman panjang di wilayah Nabire menjadi keunggulan tersendiri dalam memahami karakter sosial masyarakat. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Samuel D Tatiratu, terdapat perbedaan pendekatan yang signifikan dibanding sebelumnya.
“Beliau mampu meramu pendekatan tegas dan humanis secara seimbang. Itu yang membuat kebijakan terasa diterima semua pihak,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari mantan anggota DPR Papua yang mengaku memiliki pengalaman komunikasi langsung dengan Kapolres saat menangani persoalan di Dogiyai. Ia menilai sosok Kapolres sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan meninggalkan kesan mendalam.
“Beliau akan selalu terkesan di hati masyarakat. Tuhan dan tanah ini akan memberkati beliau dan keluarganya,” tuturnya.
Sementara itu, anggota DPR Papua Tengah turut memberikan penghargaan atas keberhasilan pengamanan aksi damai yang dinilai menjadi sejarah penting, khususnya setelah aksi besar sebelumnya terkait isu Blok Wabu.
“Pendekatan humanis ini perlu dipertahankan. Ini sudah kali kedua aksi besar dapat berjalan aman dan damai,” ujarnya.

Beragam komentar lain juga menyoroti keberhasilan semua pihak dalam menjaga situasi tetap kondusif. Kepolisian dinilai mampu menjaga keseimbangan, sementara massa aksi dan masyarakat juga menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.
Keberhasilan pengamanan aksi FRB ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menciptakan stabilitas daerah. Gaya kepemimpinan humanis yang ditunjukkan Kapolres Nabire dinilai menjadi teladan dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga harmoni sosial di Papua Tengah.













