>

Pernyataan Keras Yulius Wandagau: Pasukan Nonorganik Bikin Warga Papua Tengah Takut Beraktivitas

By BusurNabire.id
Rabu, 1 Oktober 2025 07:39 WIB | 334 Views
Yulius Wandagau: Pasukan Nonorganik Bikin Warga Papua Tengah Takut Beraktivitas (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Majelis Rakyat Papua Tengah (MRP Papua Tengah) menyoroti konflik berkepanjangan yang masih terjadi di beberapa wilayah Papua, khususnya Kabupaten Intan Jaya sejak 2019 hingga saat ini.

Anggota MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau, SE, menegaskan bahwa akar persoalan bukan sekadar konflik antar-suku, melainkan benturan ideologi yang berkepanjangan antara pihak yang mengusung semboyan NKRI Harga Mati dengan kelompok yang menyuarakan Papua Merdeka Harga Mati.

“Ini bukan masalah perang suku atau marga, tetapi ini masalah ideologi. Masyarakat sipil menjadi korban, TNI-Polri juga korban, bahkan TPN-OPM ikut menjadi korban. Situasi ini sudah berlangsung lama dan harus dicari solusinya secara menyeluruh,” ungkap Wandagau saat memberikan keterangan, Selasa (30/09/2025).

Yulius Wandagau: Pasukan Nonorganik Bikin Warga Papua Tengah Takut Beraktivitas (Foto: Istimewa)

Dalam keterangannya, Wandagau menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan pasukan nonorganik di kampung-kampung wilayah Papua Tengah. Menurutnya, penempatan yang berlebihan justru membuat ruang gerak masyarakat sipil semakin terbatas.

Ia menyebut, jumlah pasukan yang ditempatkan di kampung-kampung tidak sedikit, bahkan mencapai 70 hingga 200 personel di setiap titik. Kondisi tersebut berdampak pada rasa takut masyarakat yang ingin beraktivitas mencari nafkah di kebun maupun menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.

“Pasukan nonorganik ini sebenarnya disiapkan untuk kepentingan negara dalam kondisi darurat, tapi justru sekarang malah ditempatkan di seluruh Papua, terutama Papua Tengah. Hal ini menimbulkan rasa takut masyarakat kami, sehingga mereka kesulitan untuk hidup normal,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Wandagau secara langsung meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI agar melakukan evaluasi mendalam terhadap penempatan pasukan nonorganik di Papua Tengah.

“Maka pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo Subianto, harus melakukan evaluasi terkait penempatan-penempatan pasukan nonorganik ini. Pasukan-pasukan elit seharusnya diturunkan hanya ketika negara dalam keadaan darurat, bukan untuk mengisi kampung-kampung. Kami mohon ada langkah evaluasi serius dan dialog nasional yang melibatkan semua pihak,” harapnya.

Baca Juga  Bekies Kogoya Paparkan Strategi Mitigasi Konflik Pemilu Papua di Forum Internasional

Lebih lanjut, Wandagau menekankan pentingnya dialog terbuka yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR Papua Tengah, MRP Papua Tengah, hingga tokoh adat dan masyarakat sipil. Ia menilai tanpa duduk bersama mencari solusi, konflik berkepanjangan di Papua Tengah tidak akan pernah selesai.

“Saya berharap ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Kabupaten, DPRD, Gubernur Papua Tengah bersama DPRP dan MRP harus duduk bersama mencari solusi terbaik. Tujuannya agar masyarakat Papua bisa kembali hidup damai, aman, dan bebas mencari nafkah di atas tanah mereka sendiri,” jelas Wandagau.

Wandagau juga menegaskan bahwa aparat keamanan di level daerah, seperti Kapolda Papua Tengah, Danrem, hingga Kapolres, harus dilibatkan dalam upaya penyelesaian konflik. Menurutnya, mereka perlu duduk bersama dengan komandan pos-pos pasukan nonorganik untuk mencari titik temu.

“Kapolda, Danrem, dan Kapolres harus mengundang Danpos dari berbagai kesatuan pasukan nonorganik agar bisa bersama-sama mencari solusi. Kalau tidak ada langkah serius seperti ini, maka konflik bersenjata akan terus berlanjut dan sulit diakhiri,” tutup Wandagau.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup