NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Untuk pertama kalinya, Provinsi Papua Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Badan Pengarah Pembangunan (BPP) Papua Tengah bersama BPP Se-Tanah Papua. Agenda ini mengusung tema besar “Kolaborasi, Percepatan Menuju Papua Sejahtera”, dan dilaksanakan di Ballroom Provinsi Papua Tengah, Bandara Lama Douw Aturure, Kabupaten Nabire.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya rapat kerja strategis ini di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah dan visi pembangunan di Tanah Papua.
“Ini luar biasa. Saya juga merinding sebenarnya. Saya rasa bangga menjadi orang Papua. Hari ini Papua ditentukan oleh kita—selain Tuhan,” ujar Gubernur Meki Nawipa penuh semangat.
Dalam paparannya, Gubernur Nawipa menyampaikan pentingnya menyusun program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing, serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Papua. Ia juga menekankan bahwa hasil rapat kerja ini akan dirangkum dan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia sebagai suara kolektif dari Tanah Papua.

Provinsi Papua Tengah yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Papua pada tahun 2022, saat ini memiliki populasi sekitar 1,4 juta jiwa yang tersebar di 8 kabupaten, 131 distrik, 36 kelurahan, dan 1.215 kampung. Dengan kondisi geografis yang menantang, Nawipa menilai bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
“Kita punya tanggung jawab yang sama untuk memastikan bahwa otonomi khusus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua. Forum ini harus menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah dan BPP sebagai mitra strategis,” tegasnya.

Gubernur Nawipa menutup sambutannya dengan harapan bahwa forum ini dapat menjadi titik balik dalam memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan di Papua. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat baru demi mewujudkan Papua yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.
Korban Brutal di Legari Kehilangan Tangan, Warga Galang Dana Di Lampu merah Nabire













