NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Kepolisian Resor (Polres) Nabire menggelar konferensi pers hasil pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026 di Aula Mapolres Nabire, Kamis (6/8/2026). Dalam konferensi pers tersebut, jajaran kepolisian memaparkan keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor (3C) yang menjadi fokus utama operasi.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., M.H., didampingi Kasat Reskrim Polres Nabire IPTU Bogi Transtanto, S.H., Katimsus Polda Papua Tengah IPTU Fredrik E. Demetouw, serta Kasi Humas Polres Nabire IPTU Salahuddin.
Dalam kesempatan itu, jajaran kepolisian juga memperlihatkan puluhan barang bukti berupa sepeda motor hasil pengungkapan kasus kepada awak media.
Kapolres Nabire menjelaskan bahwa Operasi Sikat Noken 2026 dilaksanakan mulai 25 Juli hingga 10 Agustus 2026 sebagai langkah nyata kepolisian dalam menekan angka kriminalitas sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Nabire.
“Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026, kami berhasil mengungkap delapan laporan polisi dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka,” ungkap AKBP Samuel D. Tatiratu.

Selain mengungkap delapan kasus kriminal, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan 62 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana maupun barang bukti dalam berbagai kasus yang sedang ditangani.
Dari jumlah tersebut terdiri atas:
- 45 unit sepeda motor jenis matic
- 17 unit sepeda motor jenis sport dan bebek
Kapolres AKBP Samuel menjelaskan bahwa sebagian besar kendaraan telah berhasil dicocokkan dengan laporan kehilangan yang diterima Polres Nabire. Namun, hingga kini masih terdapat sembilan unit sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya karena belum ada laporan kehilangan yang masuk.
“Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor kami imbau segera datang ke Polres Nabire dengan membawa dokumen kepemilikan agar dapat dilakukan proses identifikasi dan pencocokan data,” jelasnya.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres juga mengungkapkan bahwa dua dari tujuh tersangka yang berhasil diamankan diduga merupakan bagian dari kelompok yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Geng Kapak.”
Kelompok tersebut diduga kerap menggunakan senjata tajam berupa kapak saat melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan dan diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Nabire.

Meski demikian, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang lebih luas.
Kapolres mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah sepeda motor barang bukti yang telah diubah identitasnya oleh pelaku.
Nomor rangka dan nomor mesin pada beberapa kendaraan diketahui telah dikikis guna menghilangkan jejak asal kendaraan. Untuk memastikan status kepemilikan kendaraan tersebut, penyidik kini melakukan proses identifikasi secara mendalam menggunakan metode pemeriksaan forensik.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara selama Operasi Sikat Noken berlangsung, kepolisian menemukan bahwa sebagian besar tindak pencurian terjadi karena adanya kelalaian pemilik kendaraan.
Kapolres Samuel mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci kontak pada kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan saat parkir, serta menghindari beraktivitas seorang diri di lokasi yang dinilai rawan terjadi tindak kriminal.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, mobilitas masyarakat di Kabupaten Nabire terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menutup konferensi pers, AKBP Samuel D. Tatiratu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga berbagai kasus kriminal berhasil diungkap.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan aparat keamanan dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif dengan segera melaporkan setiap dugaan tindak pidana melalui Call Center 110, Polres Nabire, Polsek terdekat, maupun pos-pos pelayanan kepolisian.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkolaborasi menjaga keamanan di Kabupaten Nabire dengan tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan,” tutup Kapolres.













