NEWS.BUSURNABIRE.ID, NABIRE — Papua tengah |Apel gabungan TNI-Polri digelar di Mako Polres Nabire, Senin Pagi (10/8/2026), sebagai bentuk kesiapan aparat dalam memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap penyampaian aspirasi masyarakat yang dilakukan Front Peduli Alam dan Manusia Mee Wilayah Simapitowa.

Apel kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pengamanan aksi damai yang akan berlangsung dengan tujuan akhir di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah.
Dalam apel tersebut, Kapolres Nabire memberikan sejumlah arahan kepada personel gabungan TNI-Polri yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan. Ia menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, sabar dan tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang di lapangan.
“Setelah apel ini langsung kita menuju ke masing-masing titik plotting. Jangan terlambat dan ketika rekan-rekan tiba di sana langsung dikelola oleh komandan atau Padal masing-masing,” ujar Samuel dalam arahannya.
Apel gabungan di Mako Polres Nabire tersebut diikuti personel dari unsur TNI dan Polri, termasuk jajaran Polda Papua Tengah, Brimob, Yonif, Polres Nabire serta Polsek jajaran, Serta Satpol PP
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hadir dan kepada insan media yang turut mengikuti kegiatan sebagai mitra kepolisian dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Dalam kesiapan pengamanan aksi, aparat telah mengantisipasi pergerakan massa dari sejumlah titik kumpul sebelum menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah.
Tiga titik yang menjadi perhatian pengamanan yakni:
- Pasar Karang atau Karang Pasar;
- Wadio, depan Hotel Adaman;
- SP 2, titik perempatan.

Kapolres meminta seluruh personel yang telah ditugaskan di masing-masing titik segera bergerak setelah apel selesai dan melaksanakan pengamanan sesuai arahan komandan lapangan maupun Perwira Pengendali (Padal).
Menurutnya, koordinasi antarpersonel menjadi faktor penting agar pengamanan dapat berjalan terarah dan tidak terjadi kekosongan pada jalur yang dilalui massa.
Dalam arahannya, AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa pengamanan aksi penyampaian aspirasi harus mengedepankan pendekatan humanis. Personel diminta menerima masyarakat dengan baik, menyampaikan imbauan secara berulang serta menjaga komunikasi agar situasi tetap kondusif.
Kapolres mengingatkan anggota agar tidak mudah terpancing dengan berbagai kemungkinan yang terjadi selama pelaksanaan aksi.
“Jangan mudah terpancing, tetap lihat mereka sebagai saudara-saudara kita yang dalam hal ini karena mungkin ketidakpuasan terhadap suatu kebijakan, lalu kemudian ingin menyampaikan aspirasi mereka,” tegasnya.
Menurut Kapolres, masyarakat yang menyampaikan aspirasi tetap harus diperlakukan dengan baik sepanjang kegiatan berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga meminta seluruh personel saling menjaga satu sama lain selama menjalankan tugas di lapangan.
Untuk memastikan pesan keamanan dapat diterima oleh massa, Kapolres meminta personel menggunakan perangkat komunikasi dan pengeras suara yang telah disiapkan. Imbauan kepada massa harus disampaikan secara jelas dan berulang, sehingga masyarakat mengetahui arahan aparat selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga komunikasi antara aparat keamanan dan peserta aksi sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman di lapangan.
Kapolres Nabire juga memberikan perhatian terhadap pergerakan massa dari titik kumpul menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah. Personel yang berada di titik-titik pengamanan diminta melakukan penguatan apabila massa mulai bergerak menuju lokasi utama aksi.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi kekosongan personel di jalur yang dilalui massa. Apabila diperlukan, personel dari titik yang dinilai landai diminta bergabung untuk memperkuat pengamanan di sekitar DPR Papua Tengah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila massa datang dalam jumlah besar sekaligus mencegah terjadinya penyebaran massa ke sejumlah ruas jalan yang dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas.
“Pada saat masyarakat menuju ke DPRP, di situ tidak terlihat kekosongan,” kata Kapolres.
Selain kesiapan pengamanan, Kapolres Samuel juga mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga perlengkapan yang telah dipercayakan dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta personel berhati-hati terhadap perlengkapan pribadi maupun perlengkapan dinas serta menyesuaikan cara bertindak dengan perkembangan situasi di lapangan.
Kapolres secara khusus mengingatkan anggota agar tidak mengambil tindakan emosional sebelum situasi memang membutuhkan peningkatan tahapan pengamanan.
“Jangan sampai belum waktunya tahap kuning, kita sudah duluan emosi,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan agar setiap tindakan personel tetap terukur, sesuai prosedur dan berdasarkan perkembangan situasi yang sebenarnya.
Dalam apel gabungan di Mako Polres Nabire tersebut, Kapolres juga meminta setiap Padal menunjuk personel yang bertugas melakukan dokumentasi. Dokumentasi dilakukan sejak personel tiba di lokasi, selama kegiatan berlangsung hingga seluruh rangkaian pengamanan selesai.
Menurut Kapolres, dokumentasi penting untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan tugas tercatat dengan baik.
Mengakhiri arahannya, Kapolres Nabire mengingatkan seluruh personel bahwa kesiapan dan kelengkapan pengamanan harus disertai dengan doa dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap bersyukur dan memohon agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.
“Kita serahkan diri kita kepada Tuhan, kita serahkan situasi yang akan kita hadapi, dan kita syukuri selalu apa yang akan kita jalani,” pesannya.













