NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kabupaten Nabire berlangsung penuh energi, haru, dan kebersamaan pada Sabtu 29/11/2025 di Islamic Center jalan Merdeka Kabupaten Nabire Provinsi Papua tengah.

Acara yang digelar oleh Badan Pengurus Wilayah KKSS Papua Tengah dan Badan Pengurus Daerah Kabupaten Nabire itu menghadirkan ribuan warga KKSS dan masyarakat umum, sekaligus menjadi momentum terbesar KKSS yang pernah diselenggarakan di wilayah Papua Tengah.
Dengan tema besar “Merajut Persaudaraan, Menguatkan Masa Depan, Menyambut Indonesia Emas” serta subtema “Semangat Persatuan dan Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Nabire dan Papua Tengah”, perayaan ini semakin menegaskan posisi KKSS sebagai organisasi kemasyarakatan yang kokoh, inklusif, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum BPP KKSS, Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng, hadir secara langsung mewakili Ketua Umum BPP KKSS, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, yang berhalangan hadir karena tugas negara sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional.

Kehadiran Abdul Rivai Ras menjadi sorotan utama peserta, bukan hanya karena jabatannya, tetapi juga karena gaya penyampaian yang karismatik, lugas, dan menggugah semangat.
Mengawali sambutannya, Abdul Rivai Ras meminta seluruh peserta berdiri dan bersama-sama meneriakkan salam kebesaran KKSS. Ia memulai dengan ajakan penuh energi:
“Kalau saya bilang KKSS, jawabnya jaya-jaya-jaya! Kalau saya bilang Papua Tengah, jawabnya hebat-hebat-hebat! Dan kalau saya bilang Indonesia? Maju-maju-maju!”
Pekikan itu mengguncang seluruh ruangan Islamic Center Nabire, membuat suasana semakin bersemangat. Ribuan peserta kompak mengikuti, menciptakan momen persatuan yang jarang ditemui.
“Silakan duduk,” ujarnya setelah pekikan usai, disambut tawa ringan peserta yang larut dalam suasana penuh kebersamaan.
Memasuki bagian inti sambutannya, Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Abdul Rivai Ras menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan HUT KKSS ke-49 di Nabire yang dinilai begitu meriah dan bermakna.
Ia juga menyampaikan pesan hormat serta permohonan maaf dari Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman.
“Beliau menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf karena tidak dapat hadir hari ini. Beliau menugaskan saya untuk mewakili, dan beliau berpesan bahwa KKSS Papua Tengah harus terus menjaga persatuan, memperkuat kontribusi, dan melahirkan kader-kader terbaik untuk bangsa.”

Penyampaian tersebut mendapat respons hangat dari peserta yang memahami tugas dan tanggung jawab besar yang kini diemban Ketua Umum KKSS.
Dalam sambutannya, Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Abdul Rivai Ras tidak lupa mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan empati kepada para korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia yang pada hari yang sama tengah berduka setelah musibah yang menelan sedikitnya 164 korban jiwa.
Ia memimpin doa bersama dan meminta hadirin untuk membaca Surah Al-Fatihah bagi para korban.
Ribuan peserta menundukkan kepala, menciptakan suasana hening dan sakral. Momen ini menjadi penegasan bahwa KKSS bukan hanya wadah sosial, tetapi juga komunitas yang menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan.
Dalam penjelasan utamanya, Rivai Ras menegaskan bahwa KKSS adalah organisasi yang jauh melampaui sekadar paguyuban kedaerahan. Ia menyampaikan bahwa KKSS merupakan organisasi besar yang berkontribusi nyata dalam pembangunan, penguatan ekonomi, hingga jejaring politik nasional.
“Organisasi ini adalah mitra strategis pemerintah daerah. KKSS bukan hanya wadah berkumpul, tapi wadah untuk membantu membangun Nabire, membangun Papua Tengah, dan membangun Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap anggota KKSS harus memahami makna keberadaan organisasi, bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Rivai Ras mendorong agar KKSS Papua Tengah lebih aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu bagian paling menarik dalam sambutan Rivai Ras adalah ketika ia menjelaskan identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang terkenal pekerja keras, pemberani, dan pantang menyerah.
Ia menyebut orang Bugis-Makassar sebagai pelaut ulung yang sejak zaman dulu mampu membuat kapal pinisi dan menjelajahi hingga ke Madagaskar.
Ia kemudian mengutip falsafah leluhur “Dimanapun orang Sulsel berada, tetap harus menjadi punggawa.”
Punggawa yang ia maksud bukan dalam konotasi negatif, melainkan sebagai simbol kepemimpinan, keteladanan, dan ketegasan moral.
Rivai Ras juga menyampaikan istilah budaya yang dikenal dalam tradisi Bugis: Pak Sompe, yaitu perantau yang meninggalkan kampung halaman demi mencari penghidupan baru; dan Maleke Dapureng, seseorang yang menetap, menikah, dan berbaur dengan masyarakat setempat.
Penjelasan ini membuat banyak peserta tersenyum karena merasa tersentuh oleh akar budaya mereka yang begitu kuat dan relevan dalam kehidupan perantauan di Nabire.

Rivai Ras kemudian menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum dengan menggunakan ungkapan Bugis:
“Resopak temmangingi malomo na telettei pamase dewata.”
“Hanya dengan kerja keras dan ketekunan, rahmat Tuhan akan datang.”
Ia menekankan bahwa KKSS Papua Tengah harus menjaga kekompakan dan kebersamaan, terutama karena kehidupan perantauan sering kali penuh tantangan.
“Jangan sampai kita berkumpul ramai, tapi masih ada saudara kita sesama KKSS yang membutuhkan bantuan. KKSS harus hadir,” tegasnya.
Di penghujung pidatonya, Rivai Ras menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh warga KKSS Papua Tengah yang telah menyukseskan perayaan HUT ke-49 ini.
“Kami dari BPP KKSS sangat bangga. Acara hari ini bukan hanya perayaan, tetapi ajang silaturahim terbesar yang pernah dilaksanakan di Papua Tengah,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan pentingnya persatuan “Persatuan bukan hanya untuk internal KKSS, tetapi harus menjadi energi yang menguatkan seluruh warga Papua Tengah.”
Sambutannya pun ditutup dengan pekikan penuh semangat:
“KKSS?” — “JAYA!”
Selain sambutan monumental tersebut, perayaan HUT KKSS ke-49 juga diisi sejumlah kegiatan meriah yang dimulai sejak pagi hari di Islamic Center Nabire dan beberapa titik kegiatan olahraga. Mulai dari turnamen futsal, lomba tenis meja di GOR Asri Arena Jalan Namlea, serta kegiatan sosial yang menjadi ciri khas komunitas KKSS.
Ribuan peserta berdatangan dengan mengenakan pakaian adat, batik Bugis-Makassar, hingga seragam komunitas masing-masing. Musik tradisional, tarian daerah, dan bazar UMKM turut meramaikan suasana.

Acara ini juga menjadi momentum kebangkitan organisasi KKSS Papua Tengah yang ke depan diharapkan dapat melahirkan lebih banyak program nyata untuk masyarakat.
Dengan mengusung tema besar “Merajut Persaudaraan, Menguatkan Masa Depan, Menyambut Indonesia Emas” serta subtema “Semangat Persatuan dan Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Nabire dan Papua Tengah”, perayaan tahun ini resmi dicatat sebagai perhelatan terbesar KKSS yang pernah berlangsung di Papua Tengah.
Tema ini mencerminkan harapan besar agar KKSS bukan hanya menjadi komunitas asal Sulawesi, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan Papua Tengah menuju masa depan yang lebih maju dan harmonis.













