NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire _ Papua Tengah |Aktivitas pertambangan emas yang diduga ilegal di kawasan Kilo 100 Kiri, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali memantik perhatian publik. Operasi tambang tersebut disebut-sebut dikendalikan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) berinisial MR LEE dan kini menjadi sorotan karena aktivitasnya yang semakin meluas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, kegiatan pertambangan tidak lagi berlangsung di satu titik saja. Aktivitas pengerukan emas dilaporkan telah berkembang di lebih dari tiga lokasi berbeda yang tersebar di beberapa kilometer wilayah pertambangan Kilo 100 Kiri, Nabire.

Pantauan warga menyebutkan, kegiatan tersebut menggunakan alat berat dan melibatkan sejumlah pekerja yang melakukan pengerukan secara intensif hampir setiap hari. Skala operasional yang dinilai cukup besar ini memicu keresahan masyarakat sekitar, terutama terkait dugaan tidak adanya transparansi mengenai izin usaha pertambangan maupun legalitas operasionalnya.
“Sudah cukup lama berjalan dan sekarang makin meluas. Kami tidak tahu apakah ini punya izin resmi atau tidak,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keresahan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga potensi dampak lingkungan. Aktivitas pertambangan emas tanpa pengawasan ketat berisiko menimbulkan kerusakan hutan, pencemaran aliran sungai, serta konflik sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, beredar pula dugaan adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang disebut-sebut turut membekingi aktivitas tambang tersebut. Isu ini semakin memperkuat desakan publik agar dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan oleh institusi terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai status legalitas tambang yang diduga dimiliki MR LEE maupun klarifikasi atas dugaan keterlibatan oknum aparat. Upaya konfirmasi kepada aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait masih terus dilakukan.
Masyarakat Kabupaten Nabire berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan penelusuran di lapangan. Penindakan tegas dinilai penting apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, guna menjaga stabilitas keamanan serta kelestarian lingkungan di Papua Tengah.
Tim media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkomitmen menghadirkan informasi yang berimbang setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.













