>

Viktor Fun Tegaskan Komitmen Besar Selamatkan Mangrove Papua Tengah

By BusurNabire.id
Kamis, 21 Mei 2026 12:56 WIB | 28 Views
Viktor Fun Tegaskan Komitmen Besar Selamatkan Mangrove Papua Tengah(Foto: BusurNabire)

NEWSBUSURNABIRE.ID -NABIRE –Papua Tengah | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Mahavira 2, Kabupaten Nabire, Kamis (21/5/2026).

Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 (Foto: Humas Pemprov)

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Viktor Fun, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan OPD lingkup Pemprov Papua Tengah, perwakilan Fakultas Perikanan dan Kelautan serta LP2M Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, perwakilan PT Freeport Indonesia, unsur UPT KLHK, pejabat teknis Kelompok Kerja Mangrove Daerah, akademisi, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Viktor Fun, disampaikan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami kawasan pesisir sekaligus penopang kehidupan masyarakat.

“Ekosistem mangrove bukan hanya menjaga kawasan pantai dari abrasi dan gelombang laut, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan dan biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Viktor Fun saat membacakan sambutan gubernur.

Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 (Foto: Humas Pemprov)

Ia menegaskan, mangrove juga memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga kualitas lingkungan serta berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon dalam jumlah besar.

Namun demikian, Pemprov Papua Tengah mengingatkan bahwa tekanan terhadap kawasan mangrove terus meningkat akibat pembukaan lahan, pemanfaatan kawasan pesisir yang belum tertata, serta lemahnya pengawasan di sejumlah wilayah.

“Jika kondisi ini tidak segera ditangani secara bersama-sama, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada hasil laut dan lingkungan sekitar,” katanya.

Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 (Foto: Humas Pemprov)

Menurutnya, perlindungan kawasan mangrove tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, sektor swasta, masyarakat adat, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.

Momentum pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), lanjutnya, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Papua Tengah.

“Wadah ini bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan harus menjadi mesin penggerak kolaborasi nyata antar semua pihak,” tegasnya.

Melalui KKMD, Pemprov Papua Tengah mendorong tiga langkah prioritas utama, yakni:

Pertama, menyusun kebijakan terpadu melalui satu peta dan satu perencanaan pengelolaan mangrove yang jelas dan terintegrasi.

Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 (Foto: Humas Pemprov)

Kedua, mempercepat rehabilitasi kawasan mangrove rusak melalui aksi nyata penanaman kembali secara terukur dan berkelanjutan.

Ketiga, mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove melalui pengembangan ekowisata dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga meminta seluruh anggota KKMD segera menyusun rencana kerja konkret, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Komitmen ini, kata Viktor Fun, sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah yang menekankan pembangunan adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan gubernur, Viktor Fun secara resmi membuka kegiatan tersebut.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, secara resmi Sosialisasi dan Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 saya nyatakan dibuka,” tutupnya.

Pembentukan KKMD ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan tata kelola ekosistem mangrove di Papua Tengah, sekaligus memastikan kawasan pesisir tetap lestari sebagai warisan ekologis bagi generasi masa depan.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup