NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Ribuan umat larut dalam suasana haru dan sukacita iman saat gabungan anggota Polda Papua Tengah dan Polres Nabire tampil sebagai pemandu lagu rohani dalam Perayaan 1 Abad Nubuatan Izaak Samuel Kijne (I.S.K): Tanah Peradaban Orang Papua Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Lapangan Miei, Teluk Wondama, Papua Barat. Sabtu 25/10/2025
Dipimpin oleh Pdt. Steven Sirken, penampilan rohani tersebut menjadi simbol kebersamaan antara aparat keamanan dan masyarakat Papua. Suara lantang penuh penghayatan dari anggota kepolisian menggema memenuhi arena ibadah, memimpin jemaat menyanyikan lagu-lagu rohani yang menyentuh hati dan membangkitkan semangat iman.
Dengan seragam kebanggaan yang rapi, para anggota polisi berdiri sejajar bersama jemaat dari berbagai daerah di Tanah Papua. Mereka hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan Tuhan yang membawa pesan kasih dan kedamaian bagi seluruh umat.

Setiap bait lagu yang dilantunkan menjadi ungkapan syukur dan pengabdian kepada Sang Pencipta, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Izaak Samuel Kijne, tokoh rohani yang pengajaran dan nubuatan hidupnya telah membentuk jati diri serta peradaban orang Papua.
Perayaan 1 Abad Nubuatan I.S. Kijne ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum refleksi spiritual dan kebangkitan iman bagi seluruh masyarakat Papua. Pesan legendaris Kijne kembali menggema:
“Di atas batu ini aku meletakkan peradaban bagi orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, tidak akan memimpin bangsa ini jika tidak memimpin dengan takut akan Tuhan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat abadi bahwa iman dan takut akan Tuhan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan bermartabat di Tanah Papua.
Keterlibatan aparat kepolisian dalam acara rohani tersebut menjadi bukti nyata bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan kemanusiaan melalui pelayanan dan keteladanan iman.
Melalui lagu-lagu pujian yang mereka bawakan, suasana damai dan kasih terasa menyelimuti hati ribuan jemaat yang hadir. Sorak bahagia dan tepuk tangan meriah mengiringi setiap penampilan lagu rohani yang dipimpin oleh tim rohani gabungan Polda Papua Tengah dan Polres Nabire.
Banyak warga mengaku terharu dan bangga melihat aparat kepolisian berdiri satu hati dengan pelayan gereja dan umat Tuhan dalam semangat kasih yang mempersatukan.
Perayaan bersejarah ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh gereja, pejabat pemerintah daerah kabupaten dan provinsi se-Tanah Papua, pimpinan TNI-Polri, serta perwakilan umat dari berbagai kabupaten.

Suasana penuh hikmat dan rasa syukur mewarnai setiap doa dan pujian yang dinaikkan. Momen ini menjadi tanda kebangunan rohani yang memperkokoh rasa persaudaraan dan persatuan di seluruh Tanah Papua.
Sebagai penutup, tim rohani gabungan Polda Papua Tengah dan Polres Nabire kembali memimpin lagu pujian akhir dengan penuh penghayatan. Suara mereka menggema di seluruh Lapangan Miei, menjadi simbol persatuan dan kedamaian yang diwariskan oleh Izaak Samuel Kijne — sosok yang meletakkan dasar iman dan peradaban bagi orang Papua.
Perayaan satu abad ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali iman, persaudaraan, dan kemanusiaan. Nilai-nilai luhur dari ajaran I.S. Kijne terus hidup dalam hati masyarakat Papua, menjadi warisan suci yang menginspirasi generasi penerus untuk membangun Tanah Papua dengan kasih dan takut akan Tuhan.
“Kedamaian, persaudaraan, dan keimanan yang kokoh adalah fondasi sejati peradaban Papua — warisan suci dari Izaak Samuel Kijne yang kini genap berusia satu abad.”













