NEWS.BUSURNABIRE.ID – Teluk Wondama | Dalam suasana penuh sukacita dan haru iman, Puncak Perayaan 1 Abad Nubuatan Izaak Samuel Kijne (I.S.K) digelar di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menjadi momen bersejarah bagi seluruh umat Kristen di Tanah Papua.
Kegiatan akbar yang berlangsung sejak 23 hingga 25 Oktober 2025 di Taman Baru atau Lapangan Miei, Wasior, mengusung tema besar:
“Oleh Anugerah Allah Peradaban Baru dan Pemulihan Terjadi di Tanah Papua.”
Kehadiran Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K, bersama Karo Ops Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Raymon Marsellino Masengi, S.I.K., M.H, serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah dan Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan dan dukungan terhadap perjalanan iman masyarakat Papua.

Rombongan Kapolda tiba di Pelabuhan Teluk Wondama, Jumat (23/10/2025) sekitar pukul 11.45 WIT, setelah menempuh perjalanan laut dari Nabire sejak pagi pukul 07.00 WIT.
Tujuan utama mereka adalah menghadiri Puncak Perayaan 1 Abad Nubuatan IS Kijne, yang telah menjadi tonggak penting kebangkitan spiritual dan intelektual masyarakat Papua.
Sosok Izaak Samuel Kijne (1899–1970) dikenal luas sebagai seorang pendeta, misionaris, dan pendidik asal Belanda yang mengabdikan hidupnya untuk membangun kesadaran intelektual dan moral masyarakat Papua.
Ia menanamkan ajaran yang hingga kini menjadi dasar nilai kehidupan: bahwa orang Papua dipanggil untuk menjadi bangsa yang berilmu, beriman, dan beradab.
Melalui tulisan terkenalnya “Batu Peradaban”, Kijne menanamkan pesan abadi:
“Dari Tanah ini akan bangkit suatu peradaban baru.”
Pesan ini kini menjadi kenyataan, terlihat dari bangkitnya generasi muda Papua yang berpendidikan, beriman kuat, dan mencintai tanah leluhurnya.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh Klasis se-Tanah Papua telah tiba di Teluk Wondama menggunakan kapal KM Pelni Sinabung untuk bergabung dalam puncak perayaan iman tersebut.
Lagu-lagu rohani menggema di setiap sudut kota Wasior, menggambarkan semangat persaudaraan lintas suku dan denominasi gereja.
Puncak acara pada Sabtu (25/10/2025) akan diisi dengan ibadah raya, refleksi sejarah injil masuk di Tanah Papua, serta doa syukur untuk masa depan generasi emas Papua yang berakar pada kasih dan ilmu pengetahuan.

Perayaan ini bukan hanya mengenang sejarah penyebaran injil, tetapi juga menjadi refleksi spiritual tentang bagaimana nilai-nilai iman telah membentuk karakter dan peradaban masyarakat Papua.
Dalam semangat inilah, aparat kepolisian bersama pemerintah, tokoh adat, dan pemuka gereja berkomitmen menjaga Tanah Papua sebagai “Tanah Damai dan Tanah Peradaban Baru”.
Seratus tahun setelah nubuat IS Kijne diucapkan, Tanah Papua kini berdiri tegak sebagai simbol harapan dan kebangkitan.
Dari Wasior, Teluk Wondama, pesan itu kembali bergema: bahwa peradaban sejati lahir dari iman, ilmu, dan kasih yang menyatukan manusia dengan Tuhan serta sesamanya.













