>

Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Raker Bersama 8 Bupati Jadi Fondasi Pembangunan Papua Tengah

By BusurNabire.id
Kamis, 25 September 2025 11:53 WIB | 249 Views
Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Raker Bersama 8 Bupati Jadi Fondasi Pembangunan Papua Tengah (Dok: Humas)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Mulia| Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, menegaskan pentingnya pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Gubernur bersama 8 Bupati se-Papua Tengah yang digelar di Kabupaten Puncak Jaya pada 24–25 September 2025.

Menurutnya, forum ini merupakan momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya para pimpinan daerah di Papua Tengah berkumpul secara penuh membahas arah pembangunan provinsi baru tersebut.

“Atas kasih dan pertolongan Tuhan, kita semua boleh berkumpul di Mulia untuk rapat kerja kedua bupati se-Papua Tengah. Dari sini, kita mulai membangun fondasi agar anak cucu kita kelak bisa mengenang bahwa di Puncak Jaya pernah lahir gebrakan pembangunan,” ujar Nawipa dalam sambutan pembukaan.

Gubernur dan Wakil serta 8 Bupati se provinsi Papua Tengah memukul tifa sebagai tanda resmi dimulai Rapat Kerja (Dok: Humas)

Kabupaten Puncak Jaya atau dikenal dengan julukan “Kota Seribu Bukit” dipilih sebagai tuan rumah kegiatan Raker kali ini. Mulia bukan hanya simbol pusat pegunungan, tetapi juga mewakili semangat masyarakat Papua Tengah yang hidup di wilayah sulit namun penuh daya juang.

Kehadiran para bupati dari delapan kabupaten – Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya – disambut antusias oleh masyarakat setempat. Jalanan utama Mulia dipadati warga yang ingin menyaksikan rombongan pejabat hadir di acara tersebut.

Raker digelar di aula besar yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, lengkap dengan ornamen khas budaya lokal. Nuansa adat begitu terasa, menandai bahwa pembangunan Papua Tengah akan tetap berpijak pada jati diri orang asli Papua.

Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa mengulas kondisi Papua Tengah yang baru saja memasuki tahun kedua sebagai provinsi definitif. Meski memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, daerah ini masih menghadapi tantangan serius dalam bidang ekonomi dan sosial.

Data tahun 2024 mencatat pendapatan Papua Tengah hanya Rp4,6 triliun. Angka ini menjadikan Papua Tengah sebagai salah satu provinsi dengan kategori fiskal rendah di Indonesia. Dengan pendapatan sebesar itu, ruang gerak pemerintah dalam membiayai program pembangunan masih sangat terbatas.

Baca Juga  John Gobai Usul Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika

Namun, Gubernur Nawipa menegaskan tidak boleh ada kata menyerah. Indikator pembangunan makro tahun 2025 menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka mengalami penurunan, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat. Inflasi pun relatif terkendali berkat kerjasama pemerintah dan masyarakat.

“Papua Tengah memang baru, tetapi kita tidak boleh kalah dengan keterbatasan. Justru dari keterbatasan itu kita belajar untuk merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Gubernur Nawipa, tujuan utama Raker adalah merumuskan arah pembangunan jangka panjang Papua Tengah. Bagi dia, rapat ini harus menjadi ajang untuk menyatukan persepsi dan strategi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Kita satu provinsi, harus punya visi dan gerak bersama. Kalau tidak, pembangunan akan jalan di tempat.”

Ia menekankan bahwa rapat kerja bukan hanya agenda rutin, melainkan awal peletakan fondasi pembangunan. Dari sinilah akan lahir kebijakan yang berkesinambungan untuk generasi mendatang.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah konektivitas antarwilayah. Menurut Gubernur, transportasi udara, darat, dan komunikasi digital menjadi kunci pembangunan di Papua Tengah.

Papua Tengah memiliki wilayah pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau. Beberapa kabupaten masih sangat tergantung pada pesawat perintis untuk distribusi logistik. Jalan penghubung antar kabupaten pun sebagian besar belum terbangun.

“Kalau konektivitas tidak teratasi, maka semua program lain akan sulit berjalan. Bagaimana pendidikan maju kalau guru tidak bisa datang tepat waktu? Bagaimana kesehatan baik kalau obat tidak bisa sampai ke puskesmas? Karena itu, kita harus prioritaskan transportasi dan komunikasi,” tegas Nawipa.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi sedang menyiapkan kerjasama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk percepatan pembangunan jalan strategis dan peningkatan layanan bandara perintis.

Baca Juga  Donny Umbora Tegas! Dugaan Korupsi BLUD RSUD Nabire Masuki Tahap Krusial Audit Kerugian Negara

Dalam forum Raker, para bupati diberikan ruang untuk menyampaikan masukan dan keluhan terkait pembangunan di daerah masing-masing.

Bupati Nabire misalnya menyoroti perlunya pembangunan infrastruktur pelabuhan laut untuk mendukung distribusi pangan. Sementara Bupati Intan Jaya menekankan kebutuhan mendesak listrik 24 jam dan jaringan telekomunikasi.

Gubernur Nawipa menegaskan bahwa semua usulan akan dihimpun dan dijadikan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Papua Tengah.

“Saya tidak mau ada kabupaten yang merasa ditinggalkan. Semua harus terakomodasi, tentu dengan prioritas yang jelas dan sesuai anggaran yang tersedia,” katanya.

Gubernur Nawipa berulang kali mengingatkan bahwa Papua Tengah tidak boleh hanya sekadar hadir sebagai provinsi administratif.

“Papua Tengah harus berdiri dengan fondasi yang kuat. Kita bukan hanya provinsi pemekaran, tetapi provinsi yang punya cita-cita besar untuk membawa perubahan bagi masyarakat,” ujarnya lantang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Ia mengajak seluruh bupati untuk bersatu mengawal pembangunan. Perbedaan politik pasca-Pemilu dan Pilkada harus diakhiri. Saatnya seluruh elemen pemerintah bekerja demi rakyat.

Dalam penutupan sambutannya, Gubernur Nawipa menekankan pesan moral kepada seluruh peserta rapat. Ia ingin pembangunan Papua Tengah tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Kita semua hanya sementara menjabat. Tetapi fondasi yang kita letakkan akan abadi. Suatu saat nanti, anak-anak kita akan berkata bahwa para pemimpin Papua Tengah pernah duduk bersama di Mulia untuk membangun peradaban baru,” ucapnya penuh haru.

Rapat Kerja Gubernur bersama 8 Bupati se-Papua Tengah di Mulia, Puncak Jaya, menjadi tonggak awal perjalanan panjang pembangunan provinsi baru ini.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Papua Tengah tidak boleh berjalan tanpa arah. Dengan sinergi semua pihak, keterbatasan fiskal, medan berat, dan berbagai tantangan bisa diatasi secara bertahap.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolda Papua Tengah Ajak Personel Teladani Semangat Pahlawan

Raker ini bukan hanya agenda tahunan, melainkan landasan sejarah pembangunan Papua Tengah.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup