NEWS.BUSURNABIRE.ID -Nabire | Sebuah aksi luar biasa penuh semangat kebangsaan digelar oleh Polda Papua Tengah dalam bentuk Long March spektakuler yang diikuti 286 Bintara Remaja Angkatan 52. Kegiatan ini menjadi penutup Pembinaan dan Latihan (Binlat) serta rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Kamis malam (17/7/2025).
Long March dimulai dari Mapolsek Uwapa, melewati Kali Pepaya, singgah di Bukit Doa dan Hotel Adama, sebelum akhirnya tiba dengan penuh kebanggaan di Mapolres Nabire. Peserta dibagi dalam 10 peleton yang masing-masing dipimpin langsung oleh instruktur dan perwira pendamping. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang ketahanan fisik, tapi juga ujian mental dan kekompakan tim.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., melepas langsung para Bintara Remaja di titik awal. Dalam arahannya yang menggugah semangat, Kapolda menegaskan bahwa Long March ini bukan sekadar seremonial, melainkan puncak ujian kelulusan mental dan fisik para Bintara setelah menjalani proses binlat selama lebih dari satu minggu.
“Inilah titik penentuan, bukan sekadar kuat secara fisik, tapi juga mental. Saya tidak ingin ada yang tercecer. Kegiatan ini bukan tentang siapa yang tercepat, tapi tentang siapa yang mampu menjaga soliditas regunya. Karena di institusi Polri, tidak ada yang hebat sendiri. Kita hebat karena kerja sama,” ujar Brigjen Alfred Papare.

Kapolda dengan tegas menyampaikan bahwa keberhasilan dalam Polri ditentukan oleh kemampuan bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu, selama long march, setiap peleton diminta untuk terus memompa semangat satu sama lain dan memastikan tidak ada rekan yang tertinggal.
“Jangan ada satu pun yang tercecer. Kekuatan kalian terletak pada ikatan dalam regu, bukan kecepatan individu. Ini filosofi dasar dalam tugas Polri: gotong-royong dan kebersamaan,” tegasnya lagi.
Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan perjuangan mereka, Kapolda memberikan cuti langsung kepada seluruh peserta setelah kegiatan ditutup. Namun, beliau menegaskan bahwa cuti bukan berarti kebebasan tanpa batas.

“Setelah tiba dan kegiatan ditutup, kalian boleh cuti. Tapi ingat, jangan buat pelanggaran sekecil apa pun. Kalian sudah menjadi kebanggaan kami di Polda Papua Tengah. Kalian yang akan mencetak sejarah baru di Polri,” tegas Kapolda.
Dalam arahannya, Kapolda juga mengingatkan seluruh Bintara Remaja untuk tidak membawa semangat kelompok atau “basis” saat mulai berdinas di masing-masing Polres usai magang di Pulau Jawa.
“Saya sudah pesan ke seluruh Kapolres. Tidak ada lagi basis-basis. Basis kalian hanya di sini, di Papua Tengah. Kalian datang ke Polres hanya untuk melaksanakan tugas, bukan membentuk kelompok. Bila saya dengar ada basis, lapor saya langsung,” tegas Brigjen Alfred dengan suara menggelegar disambut tepuk tangan para peserta.
Dengan langkah kaki penuh semangat di bawah sinar rembulan Nabire, 286 Bintara Remaja menuntaskan long march dengan jiwa dan raga yang teruji. Mereka telah menerima seluruh materi dari pelatih dan senior, dan kini siap melangkah menjadi pengayom masyarakat sejati.

“Semua kemampuan dari pelatih dan senior sudah kalian terima. Bekal itu akan kalian pakai saat bertugas di tengah masyarakat. Saya yakin, kalian siap menjadi Bhayangkara sejati!” pungkas Kapolda Papua Tengah sebelum melepas peleton pertama.
Long march ini menjadi simbol perjuangan, pengabdian, dan transformasi dari siswa menjadi pelindung rakyat. Momen ini bukan hanya mengenang Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi tonggak sejarah Polda Papua Tengah dalam mencetak personel berkualitas dan berintegritas tinggi.
Pantauan awak media Turut serta dalam Long March di hadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Muhajir, S.I.K., M.H, Pejabat tinggi Polda Papua tengah beserta jajarannya , Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu, SIK, Waka Polres Nabire Kompol Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M, Kapolsek Uwapa, IPTU I Wayan Widia, serta Pejabat Umum Polres Nabire













