NEWS.BUSURNABIRE.ID – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Papua Tengah pada Minggu malam, 13 Juli 2025, bertempat di Gedung Islamic Center Nabire. Kegiatan akbar ini menjadi sejarah baru bagi perjalanan syiar Islam di Bumi Cenderawasih, khususnya Papua Tengah.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya STQH pertama di Papua Tengah yang berlangsung dengan sukses dan penuh antusias dari seluruh peserta dan daerah kabupaten.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada malam ini selesai sudah pelaksanaan STQH pertama di Provinsi Papua Tengah. Ini sejarah bagi kita semua,” ujar Ukkas dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan STQH ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda pecinta Al-Qur’an.
“STQH ini hanyalah bagian dari proses pembinaan. Program utamanya adalah membina anak-anak kita yang cinta Qur’an agar ke depan mereka menjadi generasi Qur’ani sejati,” tegas Ukkas.
Ketua LPTQ Papua Tengah juga mengungkapkan bahwa STQH 2025 ini telah menggunakan sistem digital mulai dari pendaftaran hingga penilaian, yang menjamin objektivitas hasil dan menghindari penilaian subjektif.
“Untuk Papua Raya, baru dua provinsi yang menggunakan sistem digital sepenuhnya. Alhamdulillah Papua Tengah menjadi salah satunya. Tidak ada istilah tuan rumah pasti juara umum. Semua dinilai secara objektif,” jelasnya.
Fakta ini terbukti, di mana Kabupaten Nabire sebagai tuan rumah tidak otomatis meraih juara umum, melainkan Kabupaten Mimika yang dinobatkan sebagai Juara Umum I STQH Papua Tengah 2025 dengan total nilai tertinggi.
Ukkas juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan STQH ini, termasuk para panitia, penyelenggara, serta donatur yang telah membantu dari segi dana dan logistik.
Lebih lanjut, Ukkas menjelaskan bahwa peserta yang meraih nilai standar nasional, yaitu di atas 90 poin, akan dipersiapkan untuk mewakili Papua Tengah dalam ajang STQH Nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Oktober 2025.
“Yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Terus belajar dan berlatih. Insya Allah akan ada kesempatan berikutnya,” pesan Ukkas kepada seluruh peserta.
Penutupan STQH I Papua Tengah ini menjadi momentum penting untuk menguatkan program pembinaan tilawah dan hafalan Al-Qur’an secara menyeluruh di seluruh kabupaten.
“Kita berharap, ke depan program ini terus berlanjut dan makin berkualitas. STQH adalah bagian dari gerakan membumikan Qur’an di tanah Papua Tengah,” tutup Ketua LPTQ.













