NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE | Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, pada Jumat malam (11/7/2025), bertempat di Islamic Center Kabupaten Nabire. Pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran ratusan tamu undangan dan peserta dari tujuh kabupaten se-Papua Tengah.
Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Rudi Ahmad Letsoin, ST, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MTQ, dan Tanah Papua. Bertindak sebagai pembawa acara yakni H. Satriani Ali, S.Pd.I dan Suryadi, ST.

Dalam laporan ketua panitia, Ansari, S.Sos., M.Si, disampaikan bahwa STQH ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Musabaqah Al-Qur’an. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, dan pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Hadits, serta mencetak generasi muda Qurani di Provinsi Papua Tengah.
“Total peserta yang mengikuti lomba berjumlah 59 orang, terdiri dari 28 peserta putra dan 31 peserta putri. Mereka berasal dari tujuh kabupaten, yakni Nabire (10), Mimika (15), Paniai (4), Dogiyai (5), Deiyai (6), Puncak (8), dan Puncak Jaya (9),” ujar Ansari.
Lebih lanjut, rangkaian kegiatan STQH ke-1 ini meliputi:
- Penjemputan kafilah di Bandara Douw Aturure Nabire
- Orientasi Dewan Hakim
- Pawai Ta’aruf
- Pelaksanaan lomba di empat bidang dengan total 18 cabang lomba
- Rapat kerja pertama LPTQ Provinsi Papua Tengah
Sebanyak 47 Dewan Hakim dilibatkan, terdiri dari 16 hakim tilawah, 20 hakim musabaqah, dan 8 hakim karya tulis ilmiah Hadits. Kompetisi berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2025.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., MKP, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan STQH adalah bagian penting dari ikhtiar kolektif membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits di tengah kehidupan masyarakat Papua Tengah.

“STQH bukan hanya lomba, tetapi juga momentum siar Islam dan pembinaan karakter generasi muda yang Qurani, berilmu, dan berakhlak mulia,” tegas Ukkas dalam pidatonya.
Dalam sambutannya, Ukkas mengajak seluruh peserta dan elemen pelaksana untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan ukhuwah Islamiyah dalam kompetisi ini. Ia menekankan bahwa penilaian dari dewan hakim harus objektif dan adil demi menghasilkan generasi Qurani berkualitas.
“Kami memandang kegiatan ini sebagai langkah awal yang strategis untuk menumbuhkan semangat keislaman yang inklusif dan damai, serta membangun tradisi keilmuan berbasis Al-Qur’an dan Hadits di Papua Tengah,” ujar Ukkas.
Tema yang diusung dalam STQH ke-1 ini adalah:“Mewujudkan Generasi Qurani Menuju Papua Tengah Unggul dan Bermartabat dalam Bingkai Merawat Toleransi Antarumat Beragama.”
Dalam penutup sambutannya, Ukkas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kementerian Agama, dan para tokoh masyarakat serta panitia pelaksana.
“Mari jadikan STQH ini sebagai suntikan energi umat Islam di Papua Tengah, untuk tidak hanya membunyikan Al-Qur’an di panggung musabaqah, tapi juga dalam kehidupan nyata sehari-hari,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pembukaan STQH ke-1 Provinsi Papua Tengah ini, sejumlah tokoh penting dan tamu undangan yang menambah khidmatnya suasana acara. Di antaranya, hadir Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire, serta perwakilan dari TNI dan POLRI. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan nyata terhadap pengembangan syiar Islam di tanah Papua.

Selain itu, tampak pula kehadiran pejabat Forkopimda, para ketua organisasi keagamaan, serta para kafilah dari tujuh kabupaten yang telah siap berlaga dalam berbagai cabang lomba STQH. Kehadiran seluruh elemen ini menjadi simbol sinergi dan semangat kebersamaan dalam membangun generasi Qurani di Papua Tengah.
sebagai penutup Rangkaian acara dilanjutkan Lantunan Music Religi yang dibawakan oleh Grup Kasidah Putra Putri NU













