BeritaBudayaDaerahDuniaEventNasionalSosial

Ismail Asso Klarifikasi Terkait Tudingan Yang di Berikan Bupati Jayawijaya

Share

Busurnabire.id :Terkait adanya pemberitaan mengenai Ismail Asso, di media. Pihaknya angkat bicara, Saya merasa tersinggung dengan berita ini. Tapi sudah terlanjur dipublish. Sebenarnya Surat Terbuka saya sifatnya memberikan informasi kepada publik apa yang selama ini berkembang ditengah rakyat Wamena. sumber https://www.detikpapua.com/2021/08/08/ismail-asso-angkat-bicara-terkait-tudingan-yang-di-berikan-bupati-jayawijaya/

Saya berhak dapat pelayanan apapun oleh pemerintah dan punya kewajiban memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah demi perbaikan dan kebaikan bersama.

Otonomi khusus itu pagarnya UU Otsus isinya uang yang jumlah nilainya trilyunan rupiah. Masa saya tidak berhak boleh dibantu oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya. Uang yang dikelola oleh semua Bupati dan Walikota seluruh Propinsi Papua itu milik dan diperuntukkan bagi rakyat Papua seluruhnya. Bukan uang milik Bupati pribadi dari Tuhan tapi uang rakyat Papua masing-masing Kabupaten.

Masa saya tidak boleh dibantu kalau dalam keadaan harus dibantu. Saya minta kita semua harus dewasa mengedepankan kepentingan orang banyak seluruhnya.

Lawan dan kawan itu saat kalian pemilu duku disaat ini siapapun jadi Bupati harus membangun seluruh rakyat, tak perlu lagi ada tim sukses, siapa berjasa untuk apa tapi semua untuk kepentingan rakyat bersama.

Fungsi dan tanggungjawab jadi pejabat apapun itu soal kewajiban melayani rakyat. Bukan untuk lain apalagi untuk kepentingan pribadi dan keluarga sendiri tapi melayani semua tanpa ada perbedaan apalagi menganggap diri paling berjasa memenangkan sebagai Tim sukses dan lalu menganggap kompatitor (lawan) harus disingkirkan ini salah menurut saya.

Paradigma atau cara pandang sumber berita bisa saya ukur nilai belum memahami fungsi dari kontrol sosial. Saya mengatakan sesuatu bersifat membangun dan mengingatkan juga mengoreksi sepenuhnya bagian dari tanggungjawab saya sebagai pribadi dan warga Kota Jayawijaya semata bukan sekali lagi malah tidak bermaksud sama sekali untuk menjatuhkan Pemerintah Jayawijaya. Sama sekali tidak ada maksud kesitu. Apalagi saya dikatakan sebagai orang Jakarta tidak dianggap orang Wamena ini kan lucu.

Walaupun saya pernah merantau keluar belajar sejak SD SMP SMA hingga menempuah Perguruan Tinggi diluar Papua dan hari ini ada di Wamena itu semua dalam rangka saya belajar dan dikirim oleh Bupati Jayawijaya dulu zaman Albert Dien agar kembali bisa bangun Jayawijaya bukan diusir dari Wamena.

Menurut saya respon dari Surat Terbuka saya ditanggapi dan digoreng untuk kepentingan pihak-pihak yang punya agenda dan kepentingan disini yang sudah lama bergumul, maaf saya orang baru disini dan mengatakan sesuatu berdasarkan apa yang disampaikan orang-orang (banyak orang bukan satu dua orang) mungkin hampir semua org dikota Wamena menyampaikan keluhan yang sama saat tiba lalu saya sampaikan kepada Bapak Bupati Jayawijaya sebagaimana dalam Surat Terbuka lalu selang sehari ada muncul Surat Terbuka lain yang isinya kurang-lebih sama.

Jadi Surat Terbuka ada dua satu dari saya satu dari orang lain.

Sekali lagi saya memberikan masukan dan menyampaikan apa yang dikeluhkan masyarakat kecil dibawah bukan apa yang saya alami atau kepentingan saya. Adapun uang rakyat Jayawijaya yang dikelola pemerintah Kabupaten Jayawijaya mau bantu atau tidak itu soal lain. Yang utama dan terpenting adalah apakah diJayaeiwijaya ada perkembangan kemajuan atau semakin stagnan malah mundur adalah tanggungjawab kita bersma untuk menghadapinya dan agar saling mengingatkan.

Dalam Agama Islam yang saya anut mewajibkan kepada kami sebagai pemeluknya dalam AlQur’an Surat Al Asr. Ayat 1-3. Allah SWT berfirman sbb.

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman (percaya) dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran penuh kesabaran.
(Redaksi)

 

Loading

You may not copy the content of this page belonging to news.busurnabire.id