NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Pada tanggal 1 Mei 2025, DPD BMP RI Provinsi Papua Tengah mengadakan Diskusi Publik 1 Mei 1963 sebagai Hari Kembalinya Papua ke dalam NKRI atau Sebagai Hari Aneksasi di Auditorium RRI Nabire, Jl. Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Acara yang mengusung tema “Mari Berdiskusi Secara Akademis, Bermartabat, Beretika, dan Bermoral” ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, serta tokoh masyarakat Papua.
Diskusi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam makna dari 1 Mei 1963 sebagai hari integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau sebagai hari aneksasi yang kontroversial. Acara ini dipandu oleh Ali Kabiyai, Sekretaris Jenderal DPD BMP RI Provinsi Papua Tengah.

Narasumber dan Moderator:
- Ir. Yan Maruanaya, M.Si, Dekan Perikanan dan Kelautan Uswim Nabire, yang juga berperan sebagai moderator.
- Agustinus Norton Karubuy, S.IP, M.Si, Tokoh Pemuda Papua Tengah
- Jull Edy Way, S.Sos, Tokoh Pemuda Papua Tengah
Isu Utama yang Dibahas:
Pada tanggal 1 Mei 1963, Papua mencatatkan sejarah penting ketika bendera PBB diturunkan dan bendera Merah Putih dikibarkan, menandakan kembalinya Papua ke dalam NKRI. Namun, peristiwa ini masih menimbulkan pandangan yang berbeda, dengan sebagian kelompok nasionalis Papua yang menganggapnya sebagai hari aneksasi yang tidak sah.
Diskusi juga membahas Persetujuan New York 1962, yang menjadi dasar hukum pengembalian Papua ke Indonesia. Meskipun demikian, pandangan yang berbeda masih ada antara pemerintah Indonesia dan sebagian masyarakat Papua mengenai sah atau tidaknya proses tersebut.

Diskusi berakhir dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dalam mencari solusi untuk masa depan Papua yang lebih baik.













