NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH | Kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kabut asap di Kabupaten Nabire terus disuarakan dari tingkat masyarakat. Kepala Suku Nayak/Jayawijaya Kabupaten Nabire, Piter Hubi, mengajak warga menghentikan kebiasaan membakar lahan dan sampah secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan Piter Hubi saat menggelar sosialisasi pencegahan pembakaran lahan liar sekaligus membagikan paket sembako kepada masyarakat di Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampung Sanoba sejak pukul 17.00 WIT itu diikuti sekitar 25 masyarakat. Sosialisasi menjadi ruang untuk mengingatkan warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan, terlebih kondisi Nabire saat ini menghadapi kabut asap dan musim kemarau yang cukup panjang.
Piter Hubi menekankan bahwa pembakaran lahan maupun sampah yang dilakukan tanpa pengawasan dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi mendekati kawasan pertanian maupun permukiman warga.

Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Kita melihat sendiri bagaimana kondisi Nabire saat ini yang diselimuti kabut asap. Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan,” ujar Piter Hubi.
Menurutnya, masyarakat yang merokok juga perlu memastikan puntung rokok benar-benar telah padam sebelum dibuang. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru.

Selain mengingatkan mengenai ancaman karhutla, Piter Hubi turut menyoroti kondisi musim kemarau yang telah berlangsung hampir tiga bulan di wilayah Nabire.
Kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami kekeringan. Situasi tersebut mulai menyulitkan sebagian masyarakat dalam memperoleh kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan membantu warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Menurut Piter, kombinasi kemarau panjang dan pembakaran terbuka dapat memperbesar risiko kebakaran sekaligus memperburuk kualitas udara.
Asap yang terus menumpuk juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap kesehatan, khususnya anak-anak serta kelompok rentan lainnya.
Piter Hubi berharap masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Ia meminta setiap peserta ikut menyampaikan pesan pencegahan kebakaran kepada keluarga, tetangga dan warga lainnya.
“Saya harap apa yang telah disampaikan hari ini dapat diingat dan disampaikan kembali kepada masyarakat yang tidak hadir. Kita harus lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menjaga lingkungan, keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi cuaca kering meningkatkan potensi penyebaran api.
Kegiatan di Kampung Sanoba tidak hanya diisi dengan sosialisasi. Piter Hubi juga menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang hadir.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya yang berada di Nabire.
Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena selain mendapatkan bantuan kebutuhan pokok, masyarakat juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mencegah kebakaran lingkungan.

Piter Hubi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran liar dan bersama-sama menjaga kondisi udara Nabire.
“Kita sebagai masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Nabire harus menjadi mitra pemerintah dan ikut berpartisipasi menangani kondisi yang terjadi saat ini. Mari kita tidak melakukan pembakaran liar agar udara kembali bersih, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, dan kita semua terhindar dari berbagai penyakit akibat asap,” tuturnya.
Sosialisasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dari masyarakat untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Nabire, sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan kepedulian masyarakat, pemerintah dan berbagai unsur lainnya, upaya mengurangi titik api, menjaga udara tetap bersih serta menghadapi dampak musim kemarau di Kabupaten Nabire diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.













