NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Papua Tengah | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat akurasi data masyarakat. Melalui Biro Pemerintahan, Otsus dan Kesra, pemprov menggandeng para pimpinan lembaga keagamaan untuk merealisasikan program sosialisasi pendataan jemaat/umat berbasis lembaga keagamaan.

Langkah nyata ini dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama pimpinan lembaga keagamaan se-Kabupaten Nabire, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Gubernur Papua Tengah pada Selasa (6/10/2026).
Acara penting tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pemerintahan, Otsus dan Kesra, Lambertus Wakerkwa, S.Sos., dan dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam yang dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Edward S. Renmaur, S.STP., M.A.P., M.Han.
Pertemuan di Nabire ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemprov setelah sebelumnya sukses menggelar agenda serupa bersama pimpinan lembaga keagamaan di Timika pada 21 September 2026 lalu.

Pemprov Papua Tengah menilai bahwa para pemimpin agama—seperti pendeta, pastor, gembala, pandita, hingga imam masjid—memiliki kedekatan emosional dan hubungan langsung dengan masyarakat di akar rumput.
Dengan menggandeng tokoh-tokoh agama, proses pendataan jemaat diyakini bakal jauh lebih efektif. Data yang terkumpul nantinya tidak sekadar mencakup angka kuantitatif jumlah penduduk, melainkan memuat informasi krusial mengenai:
- Persebaran geografis umat di berbagai wilayah pelayanan.
- Kondisi riil sosial-ekonomi masyarakat.
- Kebutuhan mendasar warga secara lebih utuh dan transparan.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi instrumen penting bagi Pemprov Papua Tengah untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif. Dengan basis data jemaat yang akurat dan aktual, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan, program pembangunan, serta arah pelayanan masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga keagamaan ini, kehadiran negara di tengah masyarakat Papua Tengah diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh setiap warga hingga ke pelosok daerah.













