NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Waroki, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendapat penanganan cepat dari TNI bersama tim pemadam kebakaran dan BPBD.

Hingga Jumat (21/8/2026) malam, sekitar 95 persen titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang bekerja sejak siang hingga malam hari.

Sebanyak 95 personel TNI dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar.
Operasi pemadaman berlangsung pada Jumat (21/8/2026) dan dipimpin oleh Letkol Inf. Adri Asmara Yudha selaku Kasi Ops Korem 173/PVB. Personel TNI dari sejumlah satuan di wilayah Nabire bergerak bersama Tim Damkar Nabire dan BPBD Provinsi Papua Tengah dalam menangani titik-titik api yang masih menyala.
Kegiatan dimulai dengan apel kesiapan pasukan yang dipimpin Pasi Ops Kodim 1705/Nabire, Kapten Inf. Marselus. Apel tersebut menjadi langkah awal sebelum seluruh personel bergerak menuju lokasi kebakaran.

Lima menit kemudian pasukan pemadaman diberangkatkan menuju titik Karhutla di wilayah Waroki. Setibanya di lokasi personel TNI langsung berkolaborasi dengan Tim Damkar dan BPBD untuk melakukan pemadaman.
Petugas menghadapi sejumlah titik api yang masih menyala. Pemadaman dilakukan secara intensif hingga malam hari dengan fokus utama menghentikan penyebaran api dan memastikan titik-titik yang terbakar dapat dikendalikan.
Kerja cepat tim gabungan mulai membuahkan hasil. Pada sekitar pukul 20.02 WIT, kondisi sumber api di Kampung Waroki dinyatakan mulai kondusif.

Meski demikian, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim melakukan penyisiran untuk mencari titik api lain yang masih berpotensi menyebar dan kembali memicu kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang luput dari pemantauan
Dalam penanganan Karhutla Waroki, TNI tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan Damkar Nabire dan BPBD Provinsi Papua Tengah menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman.
Sejumlah kendaraan pendukung pemadaman juga dikerahkan untuk membantu petugas menjangkau dan menangani titik api di lapangan.
Keterlibatan lintas instansi menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi kebakaran lahan yang berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Setelah melakukan pemadaman dan penyisiran terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar, pada sekitar pukul 20.22 WIT, tim pemadaman melaksanakan konsolidasi dan bergerak kembali menuju Makodim 1705/Nabire.

Meskipun kondisi di lokasi mulai kondusif, kewaspadaan tetap menjadi perhatian. Pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Respons cepat TNI bersama Damkar dan BPBD diharapkan mampu mencegah kebakaran di Waroki meluas serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Penanganan Karhutla ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika kebakaran mengancam meluas dan membutuhkan penanganan secara cepat serta terpadu.













