NEWS.BUSURNABIRE.ID, NABIRE –Papua Tengah| Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai penutupan Turnamen Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang diselenggarakan Polres Nabire bersama Brimob Polda Papua Tengah.
Kegiatan yang mempertandingkan cabang olahraga bola voli, tenis meja, dan gaple tersebut secara resmi ditutup oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Jumat (26/6/2026).

Acara penutupan sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara menjadi puncak rangkaian perlombaan internal yang digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan soliditas personel, serta memperkuat semangat pengabdian anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian perlombaan yang berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh semangat sportivitas.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk menghadiri penutupan lomba bola voli, tenis meja, dan gaple dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026,” ujar Kapolres.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Papua Tengah beserta seluruh tamu undangan yang hadir di Polres Nabire.
Menurut Kapolres, kehadiran Kapolda menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh personel Polres Nabire dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara tahun ini.
Kapolres menjelaskan bahwa penyelenggaraan berbagai cabang olahraga tersebut bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi sarana membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperkokoh soliditas antara personel Polri, Bhayangkari, serta keluarga besar Polda Papua Tengah.
“Seluruh pertandingan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat sportivitas. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama panitia, peserta, wasit, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga berakhirnya kegiatan serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama pertandingan berlangsung.
Kepada para juara, Kapolres berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih kemenangan diminta tidak berkecil hati karena semangat belajar dan menjaga persaudaraan merupakan nilai utama dari sebuah kompetisi.
Dalam sambutannya, AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui olahraga harus menjadi energi positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kami di Polres Nabire berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, kejaksaan, pengadilan, serta seluruh elemen masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire,” tegasnya.
Ia menambahkan keberhasilan menjaga situasi keamanan tidak dapat diwujudkan hanya oleh Polri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat.
Karena itu, Polres Nabire akan terus membuka ruang komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berintegritas.
Mengakhiri sambutannya, Kapolres kembali menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Papua Tengah atas perhatian dan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Hari Bhayangkara di Polres Nabire.
“Semoga semangat persaudaraan, sportivitas, dan soliditas yang telah terbangun selama kegiatan ini terus terpelihara sehingga mampu mewujudkan Polri yang semakin Presisi, profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta bersyukur karena seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Nabire beserta seluruh panitia, wasit, juri, official, dan seluruh personel yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan turnamen.
“Keberhasilan kegiatan ini membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar memperingati hari lahir Polri, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, tema Hari Bhayangkara harus diwujudkan melalui peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang profesional, perlindungan masyarakat secara humanis, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kapolda menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga yang dipertandingkan memiliki filosofi penting dalam membentuk karakter anggota Polri.
Permainan bola voli mengajarkan pentingnya kerja sama tim, komunikasi, dan saling percaya demi mencapai tujuan bersama.
Sementara tenis meja melatih kecepatan mengambil keputusan, konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan mengendalikan emosi yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Sedangkan permainan gaple mengandung nilai strategi, kesabaran, kemampuan membaca situasi, komunikasi, dan mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.
“Inilah filosofi yang ingin kita bangun. Anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kekompakan, kesehatan jasmani dan rohani, serta hubungan emosional yang baik dengan rekan kerja,” jelasnya.
Kapolda mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, nilai fair play yang ditunjukkan para peserta merupakan cerminan integritas yang harus dibawa dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Seorang anggota Polri yang sportif dalam pertandingan akan lebih mudah menjadi pribadi yang jujur, profesional, objektif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh juara dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang tanpa melupakan sikap rendah hati.

Kepada peserta yang belum berhasil meraih kemenangan, Kapolda menyampaikan bahwa keberanian mengikuti kompetisi merupakan kemenangan tersendiri yang harus dijadikan pengalaman untuk meraih hasil lebih baik pada kesempatan mendatang.
Menutup arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa memasuki usia ke-80 tahun, tantangan Polri semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, konflik sosial, hingga persoalan distribusi BBM dan pangan.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Polda Papua Tengah untuk terus memperkuat sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, kejaksaan, pengadilan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
“Khusus kepada seluruh personel Polres Nabire, saya mengapresiasi dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Teruslah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis, responsif, transparan, dan berkeadilan,” pesannya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh anggota agar menjaga nama baik institusi, menghindari pelanggaran disiplin maupun kode etik, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata.
Di akhir sambutannya, Brigjen Pol. Jeremias Rontini secara resmi menutup Turnamen Bola Voli, Tenis Meja, dan Gaple dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan lomba bola voli, tenis meja, dan gaple dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Polres Nabire secara resmi saya nyatakan ditutup. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” tutup Kapolda.













