NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Suasana penyampaian aspirasi mewarnai Nabire, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026), ketika massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi terbuka.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi sosial dan politik di Papua. Salah satu isu utama yang dibawa dalam orasi adalah tuntutan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua.
Para peserta aksi menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat Papua masih menjadi perhatian mereka. Mereka menilai pembangunan dan pengelolaan kekayaan alam Papua belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat setempat.
Salah seorang peserta yang masih berstatus pelajar turut menyampaikan pandangannya dari atas panggung orasi. Ia mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap masyarakat Papua dan mengaitkannya dengan tuntutan penentuan nasib sendiri.
Menurutnya, aspirasi tersebut merupakan bagian dari pandangan yang ingin disampaikan massa melalui aksi di Nabire.
Selain persoalan politik, orator juga menyinggung potensi sumber daya alam yang dimiliki Papua.
Massa mempertanyakan kondisi masyarakat yang menurut mereka masih menghadapi berbagai kesulitan meskipun wilayah Papua memiliki kekayaan alam yang besar.
Isu tersebut kemudian dikaitkan dengan harapan agar masyarakat Papua dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik dan memiliki peran lebih besar dalam menentukan masa depan wilayahnya.
Sejumlah pernyataan dalam orasi juga menyinggung sejarah integrasi Papua ke Indonesia. Bagi peserta aksi, persoalan sejarah tersebut masih menjadi bagian penting dari tuntutan politik yang mereka sampaikan hingga saat ini.

Aksi tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPR Papua Tengah yang hadir secara langsung di lokasi.
Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni bersama Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah John Gobay terlihat berada di tengah kegiatan untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan massa.
Kehadiran pimpinan DPR Papua Tengah memberikan kesempatan bagi peserta aksi menyampaikan langsung berbagai tuntutan dan pandangan yang mereka bawa.
Massa berharap aspirasi tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi perhatian lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat Papua Tengah.
Dalam orasinya, peserta aksi kembali menegaskan tuntutan mengenai masa depan politik Papua. Mereka menyatakan akan terus menyuarakan pandangan tersebut melalui berbagai aksi penyampaian pendapat.
Untuk menjaga kegiatan tetap berlangsung tertib, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu bersama personel Polres Nabire terlihat memantau jalannya kegiatan. Pengamanan diarahkan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan pendapat secara aman sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Secara keseluruhan, aksi KNPB di Nabire menjadi ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi politik dan kritik mengenai kondisi Papua. Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan sejumlah pimpinan DPR Papua Tengah dengan pengamanan dari aparat kepolisian.













