NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 SMA Negeri 2 Nabire, Sabtu (15/8/2026), menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang sekolah sekaligus meneguhkan komitmen melahirkan generasi muda yang berilmu, berkarakter dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 2 Nabire, Jalan Padat Karya, Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tersebut mengangkat tema “Kilas Balik, Bersyukur, dan Melangkah ke Masa Depan.”
Tema tersebut menjadi gambaran perjalanan sekolah yang tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga mengajak seluruh keluarga besar sekolah melihat kembali perjuangan sejak awal berdiri hingga memasuki babak baru dengan nama SMA Negeri 2 Nabire.
Perayaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dra. Dina Pidjer, M.M., Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, pengawas sekolah, Ketua Komite SMA Negeri 2 Nabire, Kepala Kampung Sanoba, guru dan staf tata usaha, para alumni serta peserta didik.
Kepala SMA Negeri 2 Nabire, Suryati Mangallo, S.Pd., M.Pd., dalam pidatonya mengajak seluruh hadirin menjadikan HUT ke-22 sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.

Suryati mengatakan, peringatan ulang tahun sekolah tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni atau pertambahan angka usia.
Menurutnya, HUT menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan sejarah, mensyukuri berbagai pencapaian dan mempersiapkan langkah yang lebih besar pada masa mendatang.
“HUT adalah momentum bagi kita untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, mengingat perjalanan sejarah yang telah dilalui, bersyukur dan sekaligus menatap masa depan dengan semangat yang lebih besar,” ujar Suryati.
Ia kemudian membawa hadirin menyusuri perjalanan sekolah yang dimulai pada 15 Agustus 2004, ketika institusi pendidikan tersebut masih bernama SMA Negeri 3 Nabire.
Salah satu bagian paling menarik dalam pidato Suryati adalah kisah masa awal sekolah. Saat pertama kali berdiri pada 2004, SMA Negeri 3 Nabire hanya memiliki tiga ruang kelas dengan 65 siswa. Jumlah tenaga guru ketika itu juga masih sangat terbatas, yakni delapan orang.

Para guru perintis yang disebut dalam sejarah awal sekolah antara lain Datner Marpaung, Feri Kandau, Siagian, Sekendies Worabai, Nunuk, Suryati Mangallo, Aflah Miladi dan Nani.
Kondisi infrastruktur pada masa tersebut jauh dari ideal. Akses menuju sekolah bahkan menjadi salah satu tantangan utama. Ketika hujan turun, jalan menuju sekolah berubah menjadi kubangan lumpur.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat guru, tenaga kependidikan maupun siswa untuk menjalankan proses pendidikan.
Justru dari kondisi itulah fondasi SMA Negeri 2 Nabire mulai terbentuk.
Seiring perjalanan waktu, perkembangan sekolah mulai terlihat. Kesadaran akan pentingnya fasilitas pendidikan mendorong terbangunnya kerja sama antara sekolah, orang tua melalui komite, pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya.
Melalui gotong royong, dukungan orang tua serta bantuan pemerintah, berbagai fasilitas mulai dibangun dan diperbaiki.

Akses jalan yang sebelumnya berlumpur perlahan dibenahi. Ruang kelas baru, laboratorium dan fasilitas pendukung pembelajaran mulai tersedia secara bertahap.
Lingkungan sekolah pun ditata sehingga menjadi tempat yang lebih nyaman, aman dan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
Menurut Suryati, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan sebuah sekolah merupakan hasil dari proses panjang dan kerja bersama.
Dalam pidatonya, Suryati juga mengungkap perjalanan kepemimpinan yang ikut membentuk perkembangan sekolah.
Drs. Datner Marpaung tercatat sebagai kepala sekolah pertama dan memimpin sejak 2004 hingga 2017. Selama 13 tahun, ia berada di garis depan membangun fondasi sekolah pada masa perintisan.
Estafet kemudian dilanjutkan Aser Bawotong, S.Pd., M.Pd., pada 2017–2018 dengan fokus pada penguatan tata kelola administrasi dan disiplin sekolah.
Selanjutnya, Titis Sulistiowati, S.Pd., M.Si., memimpin sejak 2018 hingga 2026. Di bawah kepemimpinannya, sekolah mengalami perkembangan dalam berbagai bidang, termasuk akademik, nonakademik dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan Suryati Mangallo, S.Pd., M.Pd., yang mengemban amanah membawa sekolah memasuki babak baru setelah perubahan nomenklatur.
Perubahan nama sekolah menjadi salah satu tonggak penting yang disoroti dalam pidato HUT ke-22. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nabire Nomor 100.3.3.2-81 tanggal 29 Januari 2026, nama SMA Negeri 3 Nabire secara resmi berubah menjadi SMA Negeri 2 Nabire.
Bagi Suryati, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama pada papan sekolah.
Perubahan nomenklatur menjadi bagian dari penataan kelembagaan pendidikan di Kabupaten Nabire sekaligus menandai babak baru bagi institusi yang telah melewati perjalanan panjang.
Nama boleh berubah, tetapi sejarah perjuangan sejak 15 Agustus 2004 tetap menjadi bagian penting dari identitas sekolah.
“Nama boleh berubah menjadi SMA Negeri 2 Nabire, namun semangat perjuangan, nilai-nilai kebersamaan dan dedikasi yang telah ditanamkan sejak 15 Agustus 2004 akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarahnya,” pesan Suryati.
Di hadapan peserta didik, Suryati menyampaikan pesan khusus agar generasi saat ini tidak hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu.
Ia meminta siswa menjadikan sejarah sekolah sebagai motivasi untuk melanjutkan bahkan melampaui berbagai pencapaian yang telah diraih generasi sebelumnya.
Para siswa didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, menjaga kedisiplinan serta menghormati guru dan orang tua.
Lebih dari itu, Suryati menekankan bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan akhlak.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang pintar, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berkarakter, berakhlak mulia dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Suryati juga membagi pesan kepada setiap unsur keluarga besar SMA Negeri 2 Nabire. Para guru didorong untuk terus meningkatkan dedikasi dalam menjalankan tugas pendidikan. Siswa diminta terus mengejar prestasi. Orang tua diharapkan memberikan dukungan kepada anak-anak dan sekolah.
Sementara para alumni diminta tetap memberikan kontribusi bagi almamater. Ia berharap seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Nabire dapat bersama-sama menjaga nama baik sekolah.
“Dari masa lalu kita belajar. Dari hari ini kita berjuang. Untuk masa depan kita melangkah,” tegasnya.

Suryati optimistis SMA Negeri 2 Nabire dapat berkembang menjadi sekolah yang semakin maju, berprestasi dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, kekuatan utama sekolah bukan hanya berada pada fasilitas, tetapi juga pada kebersamaan seluruh elemen yang ada di dalamnya.
Dengan dukungan guru, siswa, orang tua, alumni, pemerintah dan masyarakat, ia yakin berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi bersama.
“Dengan kebersamaan dan semangat yang kuat, SMA Negeri 2 akan semakin maju, semakin berprestasi dan semakin dipercaya masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Suryati juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan HUT ke-22 SMA Negeri 2 Nabire.
Dukungan tersebut datang dari Telkomsel, PT Hasrat Abadi Motor, Toko Sinar Papua, AquaVit, CV Sinar Pagi, Hadi Supermarket, serta alumni angkatan 3, 7, 8 dan 12.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus menunjukkan adanya kepedulian terhadap perkembangan pendidikan di Nabire.
Perayaan HUT ke-22 SMA Negeri 2 Nabire akhirnya menjadi momentum untuk membuka lembaran baru. Dari sebuah sekolah yang pada 2004 hanya memiliki tiga ruang kelas dan 65 siswa, kini SMA Negeri 2 Nabire memasuki fase baru dengan identitas kelembagaan yang berbeda.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan dibangun melalui proses panjang, kerja keras dan kebersamaan.
Suryati pun mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk terus menjaga semangat tersebut.
“Dari masa lalu kita belajar. Dari hari ini kita berjuang. Untuk masa depan kita melangkah,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Kepala SMA Negeri 2 Nabire menyampaikan ucapan selamat HUT ke-22 sekaligus mengaitkannya dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Selamat HUT SMA Negeri 2 ke-22 dan HUT RI ke-81. Maju sekolahku, jaya almamaterku!”
Perayaan ini menjadi simbol bahwa perjalanan SMA Negeri 2 Nabire belum berakhir. Justru, usia ke-22 menjadi awal untuk menulis sejarah baru dengan pendidikan yang lebih berkualitas, prestasi yang semakin kuat dan generasi muda yang siap membawa nama Nabire serta Papua Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.













