NEWS.BUSURNABIRE.ID –Nabire: Papua Tengah | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Tengah menyiapkan berbagai perlombaan spektakuler yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus mengangkat potensi budaya Papua melalui berbagai kompetisi yang edukatif, kreatif, dan kompetitif.
Koordinator Seksi Lomba HUT Bhayangkara ke-80 Polda Papua Tengah, Kombes Pol Adi Tri Widiyanto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan bukan hanya untuk memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat, terbuka, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta mengangkat potensi dan budaya Papua,” ujar Adi Tri Widiyanto yang juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, berbagai perlombaan tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan warga.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya Papua Tengah yang selama ini menjadi identitas daerah.
Dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-80 tahun ini, Polda Papua Tengah menyiapkan sedikitnya 10 kategori perlombaan yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Adapun kategori yang akan diperlombakan meliputi:
- Lomba Kampung Kamtibmas
- Lomba Pos Kamling atau Siskamling
- Lomba Kebersihan Mako
- Turnamen E-Sport
- Lomba Fotografi Bhayangkara
- Lomba Konten Kreatif Kerukunan
- Lomba Noken Kreatif Bhayangkara
- Lomba Motor Tempel Nelayan
- Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup
- Satpam, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), dan Polisi Khusus (Polsus) Teladan
Menurut Adi, setiap kategori dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat sesuai bidang profesi, minat, maupun aktivitas sosial mereka.
“Seluruh tahapan pelaksanaan mengedepankan prinsip aman, inklusif, dan berbasis masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. Panitia menargetkan seluruh proses selesai sebelum 1 Juli 2026, sementara penyerahan hadiah akan dilakukan pada puncak syukuran HUT Bhayangkara ke-80,” jelasnya.
Untuk menjamin transparansi dan objektivitas, Polda Papua Tengah akan melibatkan berbagai unsur eksternal dalam proses penilaian.
Mulai dari tokoh adat, tokoh agama, akademisi, komunitas profesional, media massa, hingga organisasi perangkat daerah terkait akan ikut berperan dalam menentukan para pemenang.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang kredibel, transparan, serta dapat diterima seluruh peserta.
“Dalam waktu dekat panitia akan mengumumkan jadwal pelaksanaan masing-masing kategori lomba melalui media massa dan media sosial resmi Polda Papua Tengah agar dapat diketahui masyarakat secara luas,” kata Adi.
Polda Papua Tengah menyiapkan berbagai penghargaan menarik bagi para juara. Selain memperoleh Trofi Kapolda Papua Tengah dan piagam penghargaan, para pemenang juga akan menerima uang pembinaan dengan nominal mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta.
Melalui kegiatan ini, Polda Papua Tengah berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Tengah.
Tidak hanya itu, perlombaan ini juga diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya Papua, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta membangun semangat kolaborasi yang positif antara kepolisian dan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Melalui lomba-lomba yang kami selenggarakan, kami ingin membangun kebersamaan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan, serta mengangkat potensi dan budaya Papua yang menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.













