>

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire

By BusurNabire.id
Kamis, 11 Juni 2026 01:48 WIB | 10 Views
Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

NEWSBUSURNABIRE.ID – Nabire -Papua Tengah | – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Guest House, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni 2026, ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, yang diwakili oleh Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP.

Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Tengah serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari delapan kabupaten se-Papua Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun, mendokumentasikan, dan melaporkan inovasi daerah melalui aplikasi Innovation Government Award (IGA) yang menjadi instrumen penilaian inovasi daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sambutannya, Ukkas menegaskan bahwa Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru tidak boleh bekerja secara biasa-biasa saja. Menurutnya, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh perangkat daerah.

“Sebagai daerah otonomi baru, kita tidak bisa bekerja seperti biasa. Kita harus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Ukkas.

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

Ia menjelaskan bahwa inovasi tidak harus selalu dimulai dari nol. Pemerintah daerah dapat menerapkan konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) atau studi tiru terhadap program-program yang telah berhasil diterapkan di daerah lain, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi riil Papua Tengah.

Menurutnya, kondisi geografis Papua Tengah yang terdiri dari wilayah pesisir dan pegunungan dengan keterbatasan infrastruktur serta konektivitas internet menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan solusi inovatif.

Baca Juga  Polda Papua Tengah Tegaskan Rekrutmen Polri 2026 Gratis dan Transparan, Jangan Percaya Calo

“Bagaimana masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik meskipun berada di daerah terpencil, itulah yang harus menjadi fokus inovasi kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ukkas menekankan arahan Gubernur Papua Tengah agar setiap Organisasi Perangkat Daerah memiliki minimal satu inovasi yang dapat dikembangkan dan dilaporkan.

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

Ia mencanangkan program “Satu OPD Satu Inovasi” sebagai langkah strategis memperkuat posisi Papua Tengah dalam penilaian Innovation Government Award.

“Kepala OPD harus menanamkan satu prinsip, yaitu satu OPD satu inovasi. Inovasi ini harus didukung dengan perencanaan dan penganggaran yang jelas,” tegasnya.

Menurut Ukkas, banyak inovasi yang sebenarnya telah dilaksanakan oleh perangkat daerah, namun belum terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik sehingga tidak tercatat sebagai inovasi daerah.

Karena itu, melalui Bimtek ini seluruh peserta diharapkan memahami tata cara penginputan indikator inovasi dan penyusunan bukti pendukung yang menjadi syarat dalam penilaian IGA.

Ukkas menjelaskan bahwa inovasi daerah tidak hanya berupa aplikasi digital atau teknologi baru, tetapi juga dapat berupa terobosan pelayanan publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia mencontohkan inovasi di sektor pendidikan melalui program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang telah mendapatkan perhatian dan apresiasi secara nasional.

Di sektor kesehatan, ia mendorong OPD untuk menghadirkan layanan jemput bola bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau maupun daerah terpencil.

“Dokter dan tenaga kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, Ukkas juga menyoroti pentingnya inovasi dalam bidang pemerintahan, perencanaan pembangunan, administrasi kependudukan, hingga pengelolaan data penduduk Orang Asli Papua (OAP).

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

Menurutnya, integrasi sistem pelayanan menjadi salah satu inovasi yang perlu terus dikembangkan agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Baca Juga  Dibeli Lewat TikTok, Dijual di Dogiyai: Polisi Bongkar Rantai Peredaran Obat Keras Ilegal

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Ukkas, disebutkan bahwa inovasi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini tengah mendorong pembangunan melalui visi mewujudkan Papua Tengah yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.

Karena itu, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan arah pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

“Inovasi harus menjadi budaya kerja. Inovasi bukan sekadar program atau aplikasi, tetapi bagaimana pemerintah mampu menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Ukkas membacakan sambutan gubernur.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh OPD yang telah berupaya mengembangkan berbagai inovasi daerah sehingga Papua Tengah mampu menunjukkan kemajuan dibanding sejumlah daerah lainnya.

Menurutnya, dengan dukungan seluruh perangkat daerah, Papua Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu provinsi paling inovatif di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Menutup sambutannya, Ukkas meminta seluruh peserta Bimtek agar mengikuti kegiatan secara serius dan aktif berdiskusi dengan para narasumber dari Kementerian Dalam Negeri.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi benar-benar menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di masing-masing OPD.

“Jangan hanya hadir secara administrasi. Pahami substansinya dan kembangkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Papua Tengah Dorong Satu OPD Satu Inovasi, Bimtek IGA 2026 Resmi Digelar di Nabire (Foto: BusurNabire)

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ukkas secara resmi membuka Bimbingan Teknis Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam penilaian Innovation Government Award tingkat nasional.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup