>

Kepala SMA YPK Tabernakel Perkuat Pembinaan Lima Siswa Pascainsiden Bendera Bintang Kejora

By BusurNabire.id
Senin, 27 Juli 2026 02:37 WIB | 1 Views
Kepala SMA YPK Tabernakel Perkuat Pembinaan Lima Siswa Pascainsiden Bendera Bintang Kejora (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah – Kepala SMA YPK Tabernakel Nabire, Drs. Suardiman Dayadi, M.Pd., menegaskan pihak sekolah akan memperkuat pembinaan karakter, pendidikan nasionalisme, serta meningkatkan pengawasan terhadap siswa setelah lima peserta didiknya diduga terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan pengibaran Bendera Bintang Kejora di kawasan Pantai Waroki, Distrik Nabire Barat.

Kepala SMA YPK Tabernakel Perkuat Pembinaan Lima Siswa Pascainsiden Bendera Bintang Kejora (Foto: BusurNabire)

Pernyataan tersebut disampaikan Suardiman kepada awak media di Mapolres Nabire, Senin (27/7/2026). Menurut Suardiman, pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan para siswa di luar jam pelajaran. Ia menjelaskan, pada Sabtu (25/7/2026), seluruh kegiatan sekolah berjalan sesuai jadwal hingga pukul 11.00 WIT.

“Hari Sabtu kami melaksanakan dua jam kegiatan belajar mengajar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Setelah seluruh kegiatan selesai sekitar pukul 11.00 WIT, para siswa sudah berada di luar tanggung jawab sekolah. Aktivitas yang mereka lakukan selanjutnya tidak diketahui oleh kepala sekolah maupun guru,” jelas Suardiman.

Suardiman mengatakan kegiatan yang dilakukan sekolah pada hari itu merupakan agenda rutin berupa pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan mengembangkan bakat serta karakter siswa.

Namun setelah jam sekolah berakhir, sebagian siswa diketahui mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

“Kami sangat terkejut ketika mendapat informasi bahwa ada siswa kami yang diamankan. Dari pengakuan mereka, awalnya hanya diajak mengikuti kegiatan di Pantai Waroki dan penyambutan anggota baru organisasi Ikatan Pelajar Pegunungan Tengah (IPPT),” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima sekolah, dari delapan pelajar yang sebelumnya menjalani pendalaman oleh aparat kepolisian, lima orang merupakan siswa aktif SMA YPK Tabernakel Nabire, dua orang telah lulus dari sekolah tersebut, sedangkan satu pelajar berasal dari sekolah lain.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Tegaskan Komitmen Lindungi Anak, HAN 2026 Jadi Tonggak Wujudkan Generasi Emas

Suardiman menegaskan pihak sekolah menghormati proses yang dilakukan kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

Ia juga mengapresiasi langkah Polres Nabire yang mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap para pelajar.

Meski demikian, pihak sekolah memastikan akan memberikan sanksi sesuai tata tertib pendidikan. Menurut Suardiman, sanksi yang diberikan bukan bersifat menghukum, melainkan lebih menitikberatkan pada pembinaan dan edukasi karena mayoritas siswa yang terlibat masih duduk di kelas X dan dinilai masih berada dalam masa pencarian jati diri.

“Persoalan sanksi tentu tetap ada. Tetapi bentuknya adalah pembinaan dan edukasi. Kami tidak ingin langsung mengambil tindakan yang terlalu berat karena mereka masih anak-anak yang membutuhkan pendampingan,” katanya.

Sekolah akan memanggil seluruh orang tua siswa yang terlibat untuk mengikuti pembinaan bersama serta menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Sebagai langkah pencegahan, SMA YPK Tabernakel Nabire akan memperkuat pendidikan karakter melalui pembinaan keagamaan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), serta kegiatan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Suardiman menegaskan bahwa sekolah selama ini tidak memberikan ruang bagi organisasi di luar organisasi resmi sekolah.

“Di sekolah hanya ada satu organisasi resmi, yaitu OSIS. Kami tidak mengizinkan organisasi lain beraktivitas di lingkungan sekolah. Kalau ada aktivitas di luar sekolah, tentu berada di luar pengawasan kami,” tegasnya.

Ia mengakui sekolah memiliki keterbatasan dalam mengawasi perilaku siswa di luar jam belajar.

“Dari sekitar 560 siswa yang kami bina, waktu mereka di sekolah hanya dari pagi hingga siang. Setelah itu mereka berada di rumah dan di lingkungan masyarakat. Karena itu kami membutuhkan dukungan penuh dari orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga  Bekies Kogoya Paparkan Strategi Mitigasi Konflik Pemilu Papua di Forum Internasional

Suardiman berharap peran keluarga semakin diperkuat dalam membimbing anak-anak agar tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memberikan pemahaman yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, sejak awal tahun ajaran sekolah telah menggelar pertemuan dengan seluruh orang tua siswa untuk menyampaikan program pendidikan karakter, pembinaan disiplin, serta penguatan wawasan kebangsaan.

“Kami tidak akan berhenti melakukan pembinaan. Pendidikan karakter, nilai keagamaan, dan nasionalisme akan terus kami tanamkan kepada seluruh siswa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Suardiman menjelaskan bahwa apabila terjadi pelanggaran berat yang berulang, sekolah akan mengambil tindakan sesuai tata tertib yang berlaku.

Namun, sesuai kebijakan dunia pendidikan saat ini, sekolah tidak lagi menggunakan istilah mengeluarkan siswa, melainkan mengembalikan siswa kepada orang tua.

“Istilah yang kami gunakan bukan mengeluarkan siswa dari sekolah, tetapi mengembalikan kepada orang tua. Tujuannya agar pendidikan anak tetap berlanjut, namun tanggung jawab pembinaan juga diperkuat di lingkungan keluarga,” pungkasnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, SMA YPK Tabernakel Nabire menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembinaan karakter, pendidikan kebangsaan, serta mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup