Syukuran dan Sosialisasi Meepago: Kepala Suku Bersatu Kawal Program Pemerintah Papua Tengah

By BusurNabire.id
Rabu, 22 Oktober 2025 10:35 WIB | 150 Views
Syukuran dan Sosialisasi Meepago: Kepala Suku Bersatu Kawal Program Pemerintah Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID — NABIRE | Suasana penuh sukacita dan semangat persaudaraan mewarnai Syukuran dan Sosialisasi Kepala Suku Besar Meepago Papua Tengah yang digelar di Jalan Perintis Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua tengah Rabu (22/10/2025).

Acara ini menjadi momentum penting bagi para kepala suku dari delapan kabupaten untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga keamanan, kedamaian, serta mendukung program pembangunan pemerintah di wilayah Papua Tengah.

Syukuran dan Sosialisasi Meepago: Kepala Suku Bersatu Kawal Program Pemerintah Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

Dengan mengusung tema “Sinergi Bersama Masyarakat untuk Menciptakan Keamanan dan Kedamaian serta Mengawal Program Pembangunan Pemerintah Menuju Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera,”

kegiatan ini diawali dengan sosialisasi oleh Kepala Suku Besar Meepago Papua Tengah, Melkias Keiya. Dalam arahannya, Melkias menekankan pentingnya kolaborasi adat dan pemerintah sebagai fondasi utama pembangunan di tanah Meepago.

“Kita semua harus bersatu dalam semangat adat dan kekeluargaan. Kepala suku bukan hanya pemimpin adat, tetapi juga penggerak masyarakat untuk menjaga stabilitas di wilayah Papua Tengah,” ujar Melkias Keiya.

Usai sosialisasi, dilakukan perkenalan para kepala suku dari delapan kabupaten, yang masing-masing menyampaikan pesan damai dan persatuan antarwarga adat.

Kepala Suku Besar Moora Nabire, Donatus Sembor, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat adat untuk tidak lagi terpecah oleh perbedaan.

“Mari kita hidup rukun, jangan rebut tanah atau berselisih. Kita satu dalam kasih Kristus untuk menjaga Papua Tengah tetap damai,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Suku Ause Intan Jaya, Harun Agimbau, menegaskan bahwa para kepala suku memiliki tanggung jawab sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kami hadir bukan untuk menentang pemerintah, tetapi menjadi mitra strategis bagi pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dani Puncak, Paus Tabuni, mengingatkan bahwa persatuan antar suku menjadi kunci keutuhan wilayah Papua Tengah.

Baca Juga  Sinergi Kuat Polri dan Warga Berhasil Padamkan Kebakaran Hebat di Dogiyai

“Kita semua ini satu dalam noken besar Meepago. Jangan ada perbedaan yang memecah kita,” tegasnya.

Dari Paniai, Wakil Kepala Suku Mee, Naftali Pigai, menyoroti pentingnya peran masyarakat adat dalam menopang pembangunan.

Wakil Kepala Suku Mee, Naftali Pigai, menyoroti pentingnya peran masyarakat adat dalam menopang pembangunan. (Foto: Busur Nabire)

“Tanah Papua tidak akan berdiri tanpa masyarakat adat. Kita adalah penjaga dan pewaris tanah ini,” ucapnya dengan lantang.

Kepala Suku Moni Nabire, Musa Kobogau, juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas sosial dan hak adat masyarakatnya.

“Kami akan terus menjaga dusun, hutan, dan keamanan kampung. Semua ini demi Papua Tengah yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Tak hanya kaum laki-laki, tokoh perempuan juga turut memberi warna dalam acara tersebut. Mince Nawipa, tokoh perempuan asal Paniai, menegaskan peran penting perempuan adat dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan hati. Perempuan juga punya tanggung jawab menjaga tanah dan kehormatan Papua. Jangan minta merdeka, tapi mari kita bekerja dan menjaga alam kita,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Pembacaan Deklarasi Komitmen Kepala Suku Wilayah Provinsi Papua Tengah yang dipimpin langsung oleh Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya. (Foto: Busur Nabire)

Usai sesi perkenalan, acara berlanjut dengan pembacaan Deklarasi Komitmen Kepala Suku Wilayah Provinsi Papua Tengah yang dipimpin langsung oleh Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya.

Dalam suasana penuh khidmat, para kepala suku menyampaikan isi deklarasi sebagai berikut:

DEKLARASI KOMITMEN KEPALA SUKU WILAYAH PROVINSI PAPUA TENGAH

1. Memperkuat peran sebagai pilar adat dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
2. Mewujudkan stabilitas keamanan dan kedamaian berkelanjutan di seluruh wilayah Papua Tengah.
3. Mengawal dan menyukseskan program pemerintah pusat dan daerah dengan melibatkan masyarakat adat.

Deklarasi ini menjadi simbol komitmen kuat para kepala suku dalam menjaga harmoni sosial dan memperkokoh sinergi adat dengan pemerintah.

Acara kemudian ditutup dengan syukuran melalui tradisi bakar batu, diikuti oleh sekitar 500 masyarakat dari berbagai suku di wilayah Meepago. Suasana penuh keakraban dan rasa persaudaraan menjadi penanda kuatnya solidaritas antar masyarakat adat dalam mendukung visi pembangunan Papua Tengah.

Baca Juga  Geger! Mayat Pria Ditemukan di Nabire Barat, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Acara kemudian ditutup dengan syukuran melalui tradisi bakar batu, diikuti oleh sekitar 500 masyarakat dari berbagai suku di wilayah Meepago (Foto: Busur Nabire)

Momentum Syukuran dan Sosialisasi Kepala Suku Meepago ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat masih menjadi pilar utama dalam menjaga perdamaian dan memperkuat sinergi dengan pemerintah. Dari Nabire hingga Paniai, dari Intan Jaya hingga Puncak, semua bersatu dalam semangat Meepago demi Papua Tengah yang bangkit dan sejahtera.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup