NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Suasana penuh sukacita mewarnai jemaat GIDI Anthiokia ketika Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru, Jumat (3/10/2025).
Peletakan batu pertama dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan Gereja GIDI Anthiokia Nabire. Peristiwa ini dianggap sakral oleh jemaat karena menjadi awal berdirinya rumah ibadah yang akan menjadi pusat pelayanan rohani dan kebersamaan umat.
https://hpanel.hostinger.com/referrals/plan-selection?type=web-hosting
Selain Wagub Papua Tengah, acara ini juga dihadiri Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas Sosial Papua Tengah, Wakil Ketua TP-PKK Papua Tengah,serta undangan lainnya . Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan penuh dari pemerintah maupun masyarakat terhadap pembangunan gereja tersebut.

Acara peletakan batu pertama berlangsung pada Jumat, 3 Oktober 2025, berlokasi di Jalan Pipit, Kelurahan Kali Harapan, Distrik Nabire, Papua Tengah.
Dalam sambutannya, (Wagub) Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata semangat jemaat untuk menghadirkan rumah Tuhan yang layak. Menurutnya, tujuan utama dari pembangunan gereja adalah memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menjadi pusat pertumbuhan rohani masyarakat.
“Kalau jemaat bersatu hati, pembangunan ini bisa cepat selesai. Tetapi kalau tidak ada kekompakan, pekerjaan bisa tertunda bahkan gagal. Karena itu saya minta jemaat tetap solid, saling mendukung, dan menjaga kekudusan,” pesan Wagub.
Wagub mengingatkan agar pembangunan gereja tidak dijadikan kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan semata-mata untuk pelayanan Tuhan dan umat. Ia menekankan bahwa pondasi utama bukan hanya batu dan semen, melainkan iman dan kasih jemaat kepada Yesus Kristus.
Selain itu, Wagub mengajak jemaat untuk mendoakan para pekerja agar diberikan kesehatan dan kekuatan. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar menjauhi hal-hal negatif seperti minuman keras, dan justru terlibat aktif dalam pelayanan serta mendukung pembangunan.
Acara sakral ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh hamba Tuhan. Jemaat berharap pembangunan Gereja GIDI Anthiokia dapat berjalan lancar dan kelak menjadi berkat, tidak hanya bagi jemaat tetapi juga bagi masyarakat luas di Nabire.













