Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Raker Bersama 8 Bupati Jadi Fondasi Pembangunan Papua Tengah

By BusurNabire.id
Kamis, 25 September 2025 11:53 WIB | 227 Views
Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Raker Bersama 8 Bupati Jadi Fondasi Pembangunan Papua Tengah (Dok: Humas)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Mulia| Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, menegaskan pentingnya pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Gubernur bersama 8 Bupati se-Papua Tengah yang digelar di Kabupaten Puncak Jaya pada 24–25 September 2025.

Menurutnya, forum ini merupakan momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya para pimpinan daerah di Papua Tengah berkumpul secara penuh membahas arah pembangunan provinsi baru tersebut.

“Atas kasih dan pertolongan Tuhan, kita semua boleh berkumpul di Mulia untuk rapat kerja kedua bupati se-Papua Tengah. Dari sini, kita mulai membangun fondasi agar anak cucu kita kelak bisa mengenang bahwa di Puncak Jaya pernah lahir gebrakan pembangunan,” ujar Nawipa dalam sambutan pembukaan.

Gubernur dan Wakil serta 8 Bupati se provinsi Papua Tengah memukul tifa sebagai tanda resmi dimulai Rapat Kerja (Dok: Humas)

Kabupaten Puncak Jaya atau dikenal dengan julukan “Kota Seribu Bukit” dipilih sebagai tuan rumah kegiatan Raker kali ini. Mulia bukan hanya simbol pusat pegunungan, tetapi juga mewakili semangat masyarakat Papua Tengah yang hidup di wilayah sulit namun penuh daya juang.

Kehadiran para bupati dari delapan kabupaten – Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya – disambut antusias oleh masyarakat setempat. Jalanan utama Mulia dipadati warga yang ingin menyaksikan rombongan pejabat hadir di acara tersebut.

Raker digelar di aula besar yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, lengkap dengan ornamen khas budaya lokal. Nuansa adat begitu terasa, menandai bahwa pembangunan Papua Tengah akan tetap berpijak pada jati diri orang asli Papua.

Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa mengulas kondisi Papua Tengah yang baru saja memasuki tahun kedua sebagai provinsi definitif. Meski memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, daerah ini masih menghadapi tantangan serius dalam bidang ekonomi dan sosial.

Data tahun 2024 mencatat pendapatan Papua Tengah hanya Rp4,6 triliun. Angka ini menjadikan Papua Tengah sebagai salah satu provinsi dengan kategori fiskal rendah di Indonesia. Dengan pendapatan sebesar itu, ruang gerak pemerintah dalam membiayai program pembangunan masih sangat terbatas.

Baca Juga  Polres Nabire Tangkap Pelaku Begal di Wadio, Motor CBR dan HP Oppo Diamankan

Namun, Gubernur Nawipa menegaskan tidak boleh ada kata menyerah. Indikator pembangunan makro tahun 2025 menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka mengalami penurunan, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat. Inflasi pun relatif terkendali berkat kerjasama pemerintah dan masyarakat.

“Papua Tengah memang baru, tetapi kita tidak boleh kalah dengan keterbatasan. Justru dari keterbatasan itu kita belajar untuk merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Gubernur Nawipa, tujuan utama Raker adalah merumuskan arah pembangunan jangka panjang Papua Tengah. Bagi dia, rapat ini harus menjadi ajang untuk menyatukan persepsi dan strategi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Kita satu provinsi, harus punya visi dan gerak bersama. Kalau tidak, pembangunan akan jalan di tempat.”

Ia menekankan bahwa rapat kerja bukan hanya agenda rutin, melainkan awal peletakan fondasi pembangunan. Dari sinilah akan lahir kebijakan yang berkesinambungan untuk generasi mendatang.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah konektivitas antarwilayah. Menurut Gubernur, transportasi udara, darat, dan komunikasi digital menjadi kunci pembangunan di Papua Tengah.

Papua Tengah memiliki wilayah pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau. Beberapa kabupaten masih sangat tergantung pada pesawat perintis untuk distribusi logistik. Jalan penghubung antar kabupaten pun sebagian besar belum terbangun.

“Kalau konektivitas tidak teratasi, maka semua program lain akan sulit berjalan. Bagaimana pendidikan maju kalau guru tidak bisa datang tepat waktu? Bagaimana kesehatan baik kalau obat tidak bisa sampai ke puskesmas? Karena itu, kita harus prioritaskan transportasi dan komunikasi,” tegas Nawipa.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi sedang menyiapkan kerjasama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk percepatan pembangunan jalan strategis dan peningkatan layanan bandara perintis.

Baca Juga  Gubernur Meki Nawipa Tetapkan Hari Libur dan Cuti Bersama 2026 di Papua Tengah, Ini Daftarnya

Dalam forum Raker, para bupati diberikan ruang untuk menyampaikan masukan dan keluhan terkait pembangunan di daerah masing-masing.

Bupati Nabire misalnya menyoroti perlunya pembangunan infrastruktur pelabuhan laut untuk mendukung distribusi pangan. Sementara Bupati Intan Jaya menekankan kebutuhan mendesak listrik 24 jam dan jaringan telekomunikasi.

Gubernur Nawipa menegaskan bahwa semua usulan akan dihimpun dan dijadikan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Papua Tengah.

“Saya tidak mau ada kabupaten yang merasa ditinggalkan. Semua harus terakomodasi, tentu dengan prioritas yang jelas dan sesuai anggaran yang tersedia,” katanya.

Gubernur Nawipa berulang kali mengingatkan bahwa Papua Tengah tidak boleh hanya sekadar hadir sebagai provinsi administratif.

“Papua Tengah harus berdiri dengan fondasi yang kuat. Kita bukan hanya provinsi pemekaran, tetapi provinsi yang punya cita-cita besar untuk membawa perubahan bagi masyarakat,” ujarnya lantang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Ia mengajak seluruh bupati untuk bersatu mengawal pembangunan. Perbedaan politik pasca-Pemilu dan Pilkada harus diakhiri. Saatnya seluruh elemen pemerintah bekerja demi rakyat.

Dalam penutupan sambutannya, Gubernur Nawipa menekankan pesan moral kepada seluruh peserta rapat. Ia ingin pembangunan Papua Tengah tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Kita semua hanya sementara menjabat. Tetapi fondasi yang kita letakkan akan abadi. Suatu saat nanti, anak-anak kita akan berkata bahwa para pemimpin Papua Tengah pernah duduk bersama di Mulia untuk membangun peradaban baru,” ucapnya penuh haru.

Rapat Kerja Gubernur bersama 8 Bupati se-Papua Tengah di Mulia, Puncak Jaya, menjadi tonggak awal perjalanan panjang pembangunan provinsi baru ini.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Papua Tengah tidak boleh berjalan tanpa arah. Dengan sinergi semua pihak, keterbatasan fiskal, medan berat, dan berbagai tantangan bisa diatasi secara bertahap.

Baca Juga  Air Mata Harapan di Hardiknas Nabire 2026: Surya Thalib  Menyerahkan Mimpi untuk Generasi Masa Depan Anak Bangsa

Raker ini bukan hanya agenda tahunan, melainkan landasan sejarah pembangunan Papua Tengah.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup