NEWS.BUSURNABIRE.ID – Pemerintah bersama aparat keamanan terus memperkuat langkah strategis dalam menjamin ketersediaan pangan di wilayah rawan konflik di Papua Tengah. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah memastikan distribusi beras oleh Bulog Nabire tetap berjalan tanpa hambatan.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, menegaskan bahwa penyaluran logistik pangan, khususnya beras, menjadi prioritas utama, terutama bagi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
“Fokus utama kami adalah wilayah rawan konflik. Distribusi harus tetap berjalan dan sampai ke masyarakat. Jika ada kendala di lapangan, koordinasi antara Bulog dan pemerintah daerah harus segera dilakukan,” ujar Gustav kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan distribusi sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, serta aparat TNI dan Polri terus diperkuat untuk memastikan kelancaran penyaluran hingga ke titik-titik terpencil.
Aparat keamanan, lanjut Gustav, juga telah disiagakan untuk mengawal jalur distribusi, mengingat sejumlah wilayah tujuan memiliki tantangan geografis yang berat serta dinamika keamanan yang kompleks.
Adapun daerah yang menjadi prioritas penyaluran meliputi Kabupaten Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Wilayah-wilayah ini selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi, baik dari sisi akses maupun situasi keamanan.
Dengan adanya pengamanan dan koordinasi yang solid, pemerintah optimistis distribusi beras dapat berlangsung efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di tengah kondisi yang belum sepenuhnya kondusif.













