>

Gelora Pemekaran Menguat, Warga Moni Satukan Suara Dorong DOB Kabupaten Moni

By BusurNabire.id
Senin, 4 Mei 2026 11:49 WIB | 127 Views
Gelora Pemekaran Menguat, Warga Moni Satukan Suara Dorong DOB Kabupaten Moni (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE – Papua Tengah | Aspirasi pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Moni kembali menguat di wilayah Papua Tengah. Ratusan warga dari Suku Moni menggelar aksi dukungan di Kampung Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Sabtu (2/5/2026), sebagai bentuk komitmen memperjuangkan pemekaran wilayah.

Gelora Pemekaran Menguat, Warga Moni Satukan Suara Dorong DOB Kabupaten Moni (Foto: BusurNabire)

Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan penuh makna budaya. Massa yang hadir kompak mengumandangkan suara tradisional “Waiteya”, sebuah seruan khas Suku Migani yang melambangkan semangat persatuan serta kebangkitan perjuangan yang telah lama tertunda.

Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Moni, Isayas Zonggonau, menjelaskan bahwa wacana pembentukan kabupaten ini bukanlah hal baru. Ia menyebut, gagasan tersebut telah diperjuangkan sejak awal tahun 2000, bersamaan dengan proses pemekaran wilayah lain seperti Kabupaten Deiyai dan Intan Jaya.

Gelora Pemekaran Menguat, Warga Moni Satukan Suara Dorong DOB Kabupaten Moni (Foto: BusurNabire)

Namun, menurutnya, proses tersebut sempat terhenti akibat kendala administratif, serta kebijakan moratorium pemekaran daerah yang diberlakukan pemerintah pusat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pasca pandemi COVID-19.

“Sekarang peluang mulai terbuka kembali. Seluruh persyaratan administratif telah kami perbarui, termasuk kajian akademik yang disusun bersama Universitas Cenderawasih,” ungkap Isayas.

Dalam rencana yang diajukan, Kabupaten Moni akan mencakup lima distrik, yakni Dumadama, Dogomo, Bibida, Bogobaida, dan Wegee Muka. Kawasan ini dinilai masih menghadapi keterbatasan akses dan membutuhkan percepatan pembangunan melalui pemekaran wilayah agar pelayanan pemerintahan lebih efektif.

Dukungan juga datang dari tokoh adat. Kepala Suku Moni, Agus Zonggonau, menegaskan bahwa pemekaran bukan sekadar kepentingan kelompok, melainkan kebutuhan bersama demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal senada disampaikan tokoh intelektual Moni, Melkianus Zonggonau. Ia menilai kehadiran Kabupaten Moni nantinya akan menjadi ruang bersama yang inklusif bagi masyarakat Suku Moni maupun Suku Mee.

Baca Juga  John NR Gobai: DPR Papua Tengah Pacu Pembahasan Belasan Regulasi, Perubahan Perdasus OAP Jadi Perhatian
Gelora Pemekaran Menguat, Warga Moni Satukan Suara Dorong DOB Kabupaten Moni (Foto: BusurNabire)

Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, tim pemekaran mengklaim telah menyiapkan sekitar 600 aparatur sipil negara (ASN) asli Moni yang siap mengisi struktur pemerintahan jika DOB tersebut disahkan.

Selain itu, dukungan politik disebut terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah hingga Pemerintah Kabupaten Paniai.

Masyarakat berharap, terbentuknya Kabupaten Moni dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup