NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Papua Tengah | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kabupaten Nabire bukan sekadar seremoni tahunan. Di halaman SMA YPK Tabernakel, Oyehe, suasana pagi itu terasa berbeda lebih hangat, lebih hidup, dan diam-diam menyentuh hati setiap orang yang hadir.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Di bawah langit cerah Nabire, barisan pelajar berdiri rapi, para guru tampak penuh dedikasi, dan tamu undangan dari unsur Forkopimda, DPRK, hingga pimpinan OPD mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh hormat.

Di balik susunan acara yang tertib, terselip kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Saat satu per satu nama pemenang lomba dipanggil, langkah kecil para pelajar menuju bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan perjalanan panjang yang dipenuhi usaha, doa, dan harapan dari rumah mereka masing-masing.

Momen paling menggetarkan hadir ketika Kepala LPP RRI Nabire, Ibu Surya S. Thalib, S.AP., M.Si., menyerahkan piala lomba jurnalistik. Dengan senyum hangat, ia menyambut para pemenang anak-anak muda yang telah menuangkan gagasan, keberanian, dan mimpi mereka melalui tulisan.
Di tangannya, piala itu bukan hanya simbol juara. Ia menjadi lambang harapan bahwa suara generasi muda Nabire akan terus hidup, ditulis, dan didengar.
“Momentum Hardiknas ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Jurnalis juga memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat melalui informasi yang membangun,” ujarnya dengan suara tenang namun penuh makna.

Ucapan tersebut mengalir lembut, namun menghunjam dalam seakan mengingatkan bahwa di balik setiap karya, ada tanggung jawab besar untuk menyalakan harapan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara tahun ini. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan dengan matang, belajar dari pengalaman sebelumnya.

“Upacara kali ini memang kami persiapkan dengan baik, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Karena itu, pelaksanaannya bisa terlihat lebih rapi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa durasi upacara yang tidak terlalu lama menjadi salah satu faktor penting, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan khidmat dan penuh perhatian.
“Durasinya tidak terlalu lama, sehingga peserta bisa mengikuti dengan hikmat dari awal hingga akhir,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, mengapresiasi jalannya upacara yang dinilai berjalan tertib, disiplin, dan tepat waktu.
“Pelaksanaan upacara hari ini sangat baik, rapi, tertib, dan tepat waktu. Ini menunjukkan keseriusan kita semua dalam menghargai pendidikan sebagai fondasi masa depan,” ungkapnya.
Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan Hardiknas tahun ini benar-benar terasa nyata di Nabire. Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi hidup dalam kebersamaan antara pemerintah, tenaga pendidik, pelajar, hingga insan pers.
Di sudut lapangan, beberapa pelajar tampak memeluk piala mereka dengan mata berbinar. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar perlombaan. Namun bagi mereka, itu adalah bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan mimpi yang dijaga tidak pernah sia-sia.
Hari itu, Nabire tidak hanya merayakan pendidikan.
Ia merayakan mimpi.
Dan di antara gemuruh tepuk tangan yang menghangatkan suasana, tumbuh satu keyakinan yang perlahan menguat bahwa masa depan Papua Tengah sedang ditulis, satu langkah kecil, satu karya, dan satu harapan pada satu waktu.













