NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Nabire, Burhanuddin Pawennari, memberikan himbauan tegas kepada seluruh warga KKSS agar tidak mudah terprovokasi oleh selebaran ajakan aksi yang belakangan beredar di Nabire. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Burhanuddin kepada awak media pada Minggu malam, 31 Agustus 2025.
Dalam keterangannya, Ketua BPD KKSS Nabire menegaskan bahwa selebaran yang mengajak masyarakat untuk melakukan aksi mulai 1 hingga 5 September 2025 merupakan informasi hoaks. Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan terkait peredaran selebaran tersebut.

“Perlu kami sampaikan kepada warga kami, khususnya warga KKSS di Kabupaten Nabire, bahwa selebaran ajakan aksi itu adalah hoaks. Selebaran itu sengaja disebarkan oknum-oknum yang ingin membuat situasi di Nabire tidak aman,” ujar Burhanuddin Pawennari.
Burhanuddin menilai, selebaran tersebut adalah bagian dari upaya provokasi yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Ia mengingatkan, situasi serupa sudah pernah terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Menurutnya, pola penyebaran isu provokatif melalui selebaran ajakan demo adalah strategi yang sama untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia menegaskan agar warga KKSS tetap tenang dan tidak terpengaruh.
“Sekali lagi saya mengimbau warga KKSS, jangan mudah terpancing dengan upaya-upaya provokatif. Ini murni upaya oknum yang ingin mengganggu keamanan di Nabire dan Papua Tengah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPD KKSS Nabire juga meminta agar warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari sebagaimana biasanya. Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Tetap tenang, tetap waspada, jangan panik. Kita percayakan sepenuhnya kepada pemerintah, TNI-Polri, untuk menjaga dan memelihara stabilitas kamtibmas di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah,” ujarnya.
Burhanuddin mengajak warga KKSS untuk terus menjaga kerukunan, perdamaian, dan rasa aman di Nabire. Ia menegaskan bahwa kejadian-kejadian di luar Papua biarlah menjadi masalah di sana, dan masyarakat Nabire diharapkan tidak ikut terprovokasi.
Burhanuddin juga menekankan, bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tanggung jawab bersama, namun pilar utama tetap ada pada aparat TNI dan Polri. Karena itu, ia mengajak warga KKSS mendukung langkah-langkah aparat dalam menjaga stabilitas daerah.
“Mari kita percayakan kepada pemerintah dan aparat keamanan. Jangan mudah terprovokasi. Kita ingin Nabire tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ketua BPD KKSS Nabire menyampaikan doa dan harapannya agar kondisi di luar Papua, khususnya di wilayah yang mengalami gejolak, dapat segera kembali normal. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan tidak membiarkan isu provokatif merusak keharmonisan masyarakat.
“Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga situasi di luar Papua segera kembali pulih. Untuk Nabire dan Papua Tengah, mari kita tetap bersatu, tetap rukun, dan menjaga keamanan bersama. Aktivitas masyarakat harus tetap berjalan normal sebagaimana biasanya,” tutupnya.
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sebagai salah satu organisasi paguyuban terbesar di Nabire menegaskan komitmennya untuk terus berperan menjaga persatuan dan kesatuan di tanah rantau. Burhanuddin Pawennari memastikan, KKSS akan selalu berada di garis depan dalam menjaga keamanan, persaudaraan, dan kebersamaan antarsesama warga, baik pendatang maupun masyarakat asli Papua.
Dengan adanya pernyataan resmi ini, ia berharap seluruh masyarakat, khususnya warga KKSS, tidak lagi merasa resah terhadap isu-isu yang tidak benar dan tetap fokus menjalani aktivitas sehari-hari demi Nabire yang aman, damai, dan kondusif.













